PALU, MERCUSUAR – Tiga calon pelatih mengikuti seleksi pelatih ekstrakurikuler pencak silat untuk Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Sulawesi Tengah di Aula SMANOR Tadulako Palu, 24–25 September 2026.
Ketiga peserta tersebut yakni Nur Fadila, Jusmanto dan Moh. Bilal Santoso. Seleksi dilakukan tim Pengprov IPSI Sulteng untuk menyiapkan pelatih yang memiliki kemampuan teknis sekaligus kompetensi dalam pembinaan peserta didik.
Sekum Pengprov IPSI Sulteng, Zubair, mengatakan seleksi ini merupakan bagian dari kerja sama Kemendikdasmen RI dan PB IPSI dalam mendukung pelaksanaan pencak silat di lingkungan SNT.
Dari tiga peserta, nantinya akan dipilih dua pelatih untuk mengikuti pembekalan dan orientasi di Jakarta, 7–11 Oktober 2026.
Menurut Zubair, pelatih di lingkungan sekolah tidak hanya bertugas meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pencak silat, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter, kedisiplinan, sportivitas dan kepercayaan diri.
“Latihan harus dilakukan secara bertahap dan terukur. Keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas,” tegasnya.
IPSI Sulteng berharap program ini menjadi bagian dari pembinaan olahraga yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang lahirnya bibit pesilat potensial dari Sulawesi Tengah. CLG






