SIGI, MERCUSUAR– Kepengurusan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Sigi menjadi sorotan. Pasalnya, sudah sekitar tiga tahun organisasi tersebut masih dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt), tanpa adanya kepastian kapan akan digelar pemilihan ketua definitif.
Kondisi ini mendapat perhatian dari pemerhati sepak bola di Sigi, salah satunya Rian Khan, yang juga berprofesi sebagai pelatih di salah satu klub lokal. Ia menilai, situasi yang berlarut-larut tersebut dapat berdampak luas terhadap perkembangan sepak bola di daerah.
“Kalau kondisi ini terus dibiarkan, tentu akan berpengaruh pada semua elemen sepak bola, mulai dari pembinaan usia dini, kompetisi, hingga manajemen klub,” ujar Rian.
Menurutnya, peran seorang Plt seharusnya bersifat sementara dan memiliki tugas utama untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan, sekaligus mempersiapkan pelaksanaan musyawarah atau kongres luar biasa guna memilih ketua definitif.
“Plt itu tugasnya jelas, menyelenggarakan musyawarah atau kongres luar biasa untuk memilih ketua baru. Jadi bukan untuk terlalu lama memimpin,” tegasnya.
Rian berharap, pihak-pihak terkait segera mengambil langkah konkret agar kepengurusan Askab PSSI Sigi kembali definitif dan memiliki arah yang jelas dalam membangun sepak bola daerah.
Secara umum, dalam struktur organisasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), jabatan pelaksana tugas memang bersifat sementara untuk mengisi kekosongan kepemimpinan. Plt biasanya ditunjuk dalam kondisi tertentu, seperti berakhirnya masa jabatan atau adanya kendala organisasi, dengan mandat utama memastikan transisi berjalan hingga terpilihnya kepengurusan definitif melalui mekanisme resmi seperti kongres.
Jika masa jabatan Plt berlangsung terlalu lama tanpa kejelasan agenda pemilihan, hal tersebut berpotensi menghambat pengambilan kebijakan strategis, termasuk pembinaan pemain, penyelenggaraan kompetisi, serta koordinasi dengan pihak provinsi maupun pusat.
Karena itu, percepatan pelaksanaan kongres atau musyawarah menjadi langkah penting agar roda organisasi kembali berjalan normal dan mampu mendorong kemajuan sepak bola di Kabupaten Sigi. CLG






