10 Tahun Longki dan Pertumbuhan Ekonomi

  • Whatsapp
IMG-20210617-WA0009

Lima, ekonomi Sulawesi Tengah tahun 2015 terhadap tahun 2014 (c-to-c) tumbuh 15,56 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Industri Pengolahan sebesar 89,99 persen, adapun dari sisi pengeluaran terjadi pada komponen Impor yang tumbuh 281,67 persen.

Enam, ekonomi Sulawesi Tengah tahun 2016 tumbuh 9,98 persen, mengalami perlambatan dibanding tahun 2015 sebesar 15,52 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 35,12 persen. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Luar Negeri.

Berita Terkait

Tujuh, ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2017 (c-to-c) tumbuh 7,14 persen, melambat dibandingkan tahun 2016 sebesar 9,98 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian sebesar 15,18 persen.

Delapan, ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2018 (c-to-c) tumbuh 6,30 persen, melambat dibandingkan tahun 2017 sebesar 7,10 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 10,37 persen.

Sembilan, ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah triwulan II-2019 tumbuh 6,62 persen lebih tinggi dibanding pertumbuhan triwulan II-2018 (y-on-y) yang sebesar 6,20 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial sebesar 19,11 persen.

Sepuluh, ekonomi Sulteng triwulan III 2020 tumbuh 2,82 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan II 2020, yakni -0,06 persen (yoy). Dari sisi sektoral, meningkatnya perekonomian Sulteng disebabkan oleh meningkatnya pertumbuhan pada sektor industri pengolahan, pertambangan, pertanian dan relatif membaiknya perkembangan sektor lainnya.

Dan sebelas, ekonomi Sulawesi Tengah triwulan I tahun 2021 jika dibandingkan triwulan I tahun 2020 (y-on-y) tumbuh sebesar 6,26 persen melambat jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7,88 persen.

Dikutip dari sejumlah sumber, Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi mengemukakan pertumbuhan ekonomi Sulteng yang terus meningkat tersebut sudah menyelamatkan wajah Indonesia di mata internasional. Sebab, di tengah kondisi global dilanda pandemi Covid-19, ekonomi dunia terjun bebas, tetapi ekonomi Indonesia justru meningkat.

Baca Juga