PARIGI MOUTONG, MERCUSUAR – Bupati Parigi Moutong (Parmout), H. Erwin Burase mengeluarkan Surat Edaran bernomor 100.3.4/46/BPBD tentang imbauan untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Surat yang ditetapkan di Parigi pada Rabu (28/1/2026) tersebut ditujukan kepada seluruh Camat, Kepala Desa, Lurah, pelaku usaha serta masyarakat, sebagai langkah pencegahan meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Parmout sejak Januari hingga awal Februari 2026, tercatat sebanyak 14 kejadian karhutla terjadi di wilayah Parmout. Terbaru, di Desa Baliara dan Desa Jonokalora Kecamatan Parigi Barat, pada Sabtu (31/1/2026). Sementara peristiwa serupa terjadi di Desa Bambalemo Kecamatan Parigi, Desa Jononunu Kecamatan Parigi Tengah, dan Desa Avolua Kecamatan Parigi Utara, pada pada Minggu (1/2/2026).
Dalam edaran tersebut dijelaskan bahwa kebijakan tersebut diterbitkan dengan memerhatikan laporan Pusdalops BPBD serta prakiraan cuaca dan iklim dari BMKG. Peningkatan kebakaran dalam kurun waktu satu bulan terakhir, dipicu oleh kondisi kemarau panjang serta aktivitas pembakaran lahan yang tidak terkontrol.
Bupati Parmout mengimbau para Camat, Kepala Desa, dan Lurah agar aktif memantau aktivitas masyarakat dalam membuka lahan dan hutan, khususnya untuk keperluan perkebunan. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya kebakaran.
Selain itu, seluruh pelaku usaha juga diminta tidak melakukan pembakaran sampah di area terbuka. Terutama yang berdekatan dengan kawasan hutan, kebun, maupun permukiman warga yang tentunya sangat berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas.
Bupati juga mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan, kebun, maupun pekarangan dengan cara dibakar. Termasuk, tidak membuang puntung rokok secara sembarangan serta menghindari segala aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga diminta agar berpartisipasi aktif melaporkan kepada aparat setempat, seperti Polsek, TNI, atau pemerintah desa, apabila menemukan atau melihat kejadian kebakaran.
Dalam edaran tersebut juga dicantumkan nomor layanan darurat yang dapat dihubungi apabila masyarakat melihat atau menemukan peristiwa kebakaran. Masing-masing Pemadam kebakaran (Parigi/082291165911), (Tolai/081318871119), (Moutong/081318861119), serta BPBD Parmout (117/bebas pulsa) dan 08114180117.
Plt. Kepala BPBD Parmout, Rivai menyebut pihaknya terus berupaya melakukan langkah pencegahan dan penanganan kebakaran lahan. Salah satunya dengan melakukan koordinasi lintas sektor bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Seperti, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar), serta unsur TNI dan Polri.
Selain itu, kata Rivai, pihaknya juga tengah menjalin komunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna memperkuat dukungan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla.
“Iya, kami sudah berkomunikasi dengan BNPB untuk meminta bantuan peralatan pemadam karhutla,” ungkap Rivai, di Parigi, Minggu (1/2/2026).
Ia mengimbau masyarakat agar mematuhi edaran pemerintah, dan tidak melakukan pembakaran dalam bentuk apapun. Hal itu demi mencegah meluasnya kebakaran yang dapat mengancam lingkungan, kesehatan, serta keselamatan warga.
“Semoga dengan adanya surat edaran itu, dapat menjadi perhatian bersama demi mencegah aktivitas yang memicu terjadinya kebakaran di wilayah Parigi Moutong,” pungkas Rivai. AFL






