PARIGI, MERCUSUAR – Direktur Utama PT. Esaputlii Prakrsa Utama, Bakti Baramuli, menerima kunjungan kerja (kunker) Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Donggala, Rustam Efendi dan Wakil Ketua I Bidang OKK Kadin Donggala, Ukhy Dadang Bachmid bersama Camat Balaesang, Darnawati, 11 kepala kades (kades) di Kacamatan Balaesang, sejumlah tokoh masyarakat, dan pemilik lahan di Balaesang.
Agenda kunker Pemkab Donggala guna meninjau langsung bagaimana pola kerja budidaya tambak udang vaname di Desa Tomoli, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parmout, Senin (7/2/2022).
Bakti Baramuli memastikan, investasi perusahaannya di sektor tambak udang ramah lingkungan, dan tidak menggunakan bahan kimia.
Namun demikian, tambah dia, PT. Esaputlii tetap membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Sementara, Sekkab Donggala, Rustam Efendi mengucapkan terima kasih kepada Bakti Baramuli yang bersedia menggelontorkan dananya di Donggala. Ini merupakan rahmat dari Tuhan untuk Kabupaten Donggala.
Investasi perusahaan ini akan memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat Donggala, serta dapat meningkat pertumbuhan ekonomi.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Donggala yang telah memfasilitasi Pemkab dan Bakti Baramuli.
- Esaputlii Pakarsa Utama menggelontorkan dana mencapai Rp5 triliun, untuk berinvestasi di Kabupaten Donggala, di sektor budidaya tambak Udang Vaname dan pembangunan cold storage di Desa Wombo, Kecamatan Tanantovea.
“Investasi kami per hektar, Rp2 sampai Rp2,5 miliar, dikalikan 1.200 hektar dan pembangunan cold storage,” ungkap Direktur Utama PT. Esaputlii Prakrsa Utama, Bakti Baramuli, Senin (7/2/2022).
Dengan nilai yang cukup fantastis itu, diperkirakan angka kemiskinan di Donggala akan menurun, sebab investasi perusahaan milik keluarga Baramuli asal Sulawesi Selatan ini, diklaim dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
Bakti Baramuli mengemukakan, investasi yang digelontorkan oleh perusahaannya, murni di sektor budidaya Udang Vaname. Selain di Donggala, perusahaannya juga sudah berinvestasi di Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) dan Tojo Unauna (Touna).
“Jadi memang kami ditargetkan sampai 2024, harus membuka lahan 200 hektar program benur kita, kawasan Sulteng,” katanya
Di Kabupaten Donggala lanjut Bakti Baramuli, lahan yang sudah siap digarap sekitar 1.200 hektare (ha). Di Parmout yang sudah digarap sekitar 300 ha. Untuk wilayah Tolitoli, tepatnya di Desa Lingadan, seluas 100 ha.
“Di Tolitoli sudah operasi, tapi baru sebagian, baru 16 hektare, kenapa begitu, Tolitoli karena ketenaga listrik belum ada,” katanya.
Mesin yang dipakai di Tolitoli sebut Bakti Baramuli, menggunakan tenaga diesel, sehingga belum sanggup memenuhi kebutuhan operasi listrik tambak udang vaname tersebut.
Sementara untuk investasi tambak di Donggala menggunakan skema inti plasma atau kerja sama antara perusahaan dengan masyarakat pemilik lahan. Waktu perjanjian kerja sama selama 35 tahun. Menurutnya, skema inti plasma dapat menguntungkan masyarakat dalam jangka panjang.
“Karena mereka punya penghasilan tetap dan lahan mereka tidak hilang. Itu yang bagusnya di Donggala,” ujar Bakti Baramuli.
Di Kabupaten Donggala, kata dia, peluang investasi jangka panjang sangat besar, di mana Donggala wilayah berada di laut lepas.
Selain di investasi di Sulteng, PT. Esaputlii juga berinvestasi di Provinsi Gorontalo, dengan total luas lahan sekira 400 ha. BOB