PARIGI MOUTONG, MERCUSUAR – Ribuan umat Hindu di Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong (Parmout), yang berasal dari 19 Pura Agung, menjalani ritual penyucian atau pemelastian di Pantai Segara Indah Desa Torue Kecamatan Torue, Selasa (17/3/2026).
Upacara tersebut dipimpin oleh Ida Pedanda Duuran Manuaba dari Griya Wanaprasta Balinggi. Koordinator ritual pemalastian, I Nyoman Sudana mengatakan ritual di pantai adalah salah satu rangkaian yang dilakukan oleh umat Hindu, menjelang datangnya ritual Tapa Bhrata Penyepian pada Hari Raya Nyepi yang jatuh pada tanggal 19 Maret 2026.
Nyoman Sudana menuturkan rangkaian dimulai dari ritual penyucian diri atau Bhuana Alit, kemudian alam semesta atau Bhuana Agung, yang biasanya dilakukan umat Hindu Bali pada 2—4 hari sebelum Hari Raya Nyepi. Ritual ini bertujuan membuang kotoran spiritual, karma buruk, dan menyucikan benda sakral atau pratima di sumber air suci seperti laut atau danau.
“Melasti dilakukan oleh semua umat Hindu, untuk menyucikan semuanya, baik raga maupun jiwa harus benar-benar bersih, sebelum melakukan tapa bhrata penyepian. Hingga kemudian, datangnya tahun baru semua serba bersih, baik dari kotoran maupun dosa,” jelasnya.
Nyoman Sudana juga mengatakan, umat Hindu yang hadir di Pantai Segara Indah, yang berasal dari 19 Pura Agung, diperkirakan mencapai 10.000 umat. Karena hampir setiap Pura Agung adatnya berjumlah hampir 1.000, sementara yang terbesar berasal dari umat Hindu dari adat yang berjumlah 10 kelompok adat, adalah Pura Purnasadha Desa Tolai Barat sekira 6.000 umat.
Ritual berjalan tertib, karena pihak panitia sudah mengantisipasi membeludaknya umat Hindu yang datang ke pantai, termasuk menjaga jalur masuk, parkiran dan juga jalur menuju tepian pantai. Sehingga umat Hindu dapat leluasa mengakses jalan menuju pantai untuk mengikuti proses penyucian, yang ditutup dengan ritual persembahyangan. MBH






