Kerusakan Bangunan SDK Polobuu Sipayo Ancam Keselamatan Murid

Tampak para guru SDK Polobuu Desa Sipayo Kecamatan Sidoan tengah memperbaiki kerusakan plafon ruang kelas. FOTO: IST.

PARIGI MOUTONG, MERCUSUAR – Kondisi bangunan Sekolah Dasar Kecil (SDK) Polobuu yang berada di Desa Sipayo Kecamatan Sidoan Kabupaten Parigi Moutong (Parmout), disebut semakin mengkhawatirkan.

Sejumlah plafon ruang kelas mengalami rusak parah, lapuk, dan sering berjatuhan. Sehingga berpotensi mengancam keselamatan murid dan guru saat proses belajar mengajar berlangsung.

“Kerusakan plafon yang semakin parah membuat kegiatan pembelajaran tidak lagi berlangsung dengan aman dan nyaman. Beberapa bagian plafon kerap berjatuhan, sehingga menimbulkan kekhawatiran terjadinya kecelakaan di dalam ruang kelas,” ungkap Kepala SDK Polobuu, Alfrets Mistal melalui pesan tertulis, Senin (9/2/2026).

Alfrets menyebut sejak SDK Polobuu berdiri pada tahun 2004 hingga 2026, belum pernah ada alokasi dana khusus dari Pemerintah Kabupaten Parmout untuk rehabilitasi maupun pembangunan gedung sekolah. Meski demikian, aktivitas belajar mengajar tetap berjalan dengan kondisi sarana dan prasarana yang sangat terbatas.

Olehnya, ia berharap pada tahun ini, Pemerintah Daerah dapat mengalokasikan anggaran khusus untuk rehabilitasi plafon ruang kelas, serta pembangunan fasilitas pendukung yang menurutnya sangat mendesak demi menunjang proses pembelajaran.

“SDK Polobuu melayani pendidikan dasar bagi anak-anak di Desa Sipayo dan sekitarnya. Meski belum terakreditasi, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan secara rutin enam hari dalam sepekan dengan sistem belajar pagi,” tutur Alfrets.

Ia menerangkan, meski fasilitas penunjang pendidikan di sekolah tersebut telah mendapatkan pasokan listrik dari PLN, namun akses internet untuk mendukung proses pembelajaran masih terbatas.

Meski dengan segala keterbatasan itu, Alfrets menegaskan pihaknya tetap berupaya memberikan layanan pendidikan terbaik bagi para murid.

“Saya berharap, Pemerintah Daerah segera mengambil langkah konkret dan tidak lagi menunda rehabilitasi bangunan yang sudah sangat mendesak. Sebab, tanpa adanya intervensi kebijakan yang jelas, maka akan merugikan anak-anak dalam mendapatkan pendidikan yang layak, aman, dan nyaman,” pungkas Alfrets. AFL

Pos terkait