Pascabanjir Taopa-Moutong, BPBD Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur

BPBD Parmout bersama TNI dan masyarakat Desa Pandelalap Kecamatan Moutong, tengah membuat tanggul dari media geobag, Minggu (5/4/2026). FOTO: DOK. BPBD PARMOUT

PARIGI MOUTONG, MERCUSUAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) tengah berupaya melakukan penanganan pascabanjir, yang melanda wilayah Kecamatan Taopa dan Moutong, Jumat (3/4/2026).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Parmout, Rivai mengatakan penanganan saat ini masih diprioritaskan pada perbaikan infrastruktur yang mengalami kerusakan, sedikitnya tujuh desa di dua kecamatan tersebut. Ia menuturkan, sejak laporan kejadian diterima, pihaknya langsung menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan asesmen sekaligus penanganan awal.

“Fokus kami saat ini tidak hanya pada penanganan darurat. Tetapi juga percepatan pemulihan, khususnya pada infrastruktur yang terdampak,” ujar Rivai melalui pesan tertulis, Senin (6/4/2026).

Sebagai langkah awal, Rivai menyebutkan BPBD Parmout pada Minggu (5/4/2026) telah menyalurkan berbagai material penanganan banjir ke sejumlah desa di dua kecamatan terdampak. Seperti geobag, sandbag, dan bronjong untuk menutup tanggul yang jebol di Sungai Tuladengi. Upaya ini dinilai penting guna mencegah meluasnya dampak banjir.

Selain itu, lanjut Rivai, alat berat berupa ekskavator juga diterjunkan ke sejumlah titik terdampak untuk memperbaiki alur sungai.

“Sehingga, aliran air dapat kembali normal dan mengurangi potensi banjir susulan,” imbuh Rivai.

Berdasarkan hasil kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Parmout, kerusakan infrastruktur tersebar di beberapa desa. Di Kecamatan Moutong, khususnya Desa Pande, terdapat satu titik tanggul jebol, sementara di Desa Pandelalap terdapat tiga titik tanggul jebol.

Kemudian, di Desa Tompo Kecamatan Taopa satu tanggul dilaporkan jebol dan satu jembatan kantong produksi mengalami kerusakan berat akibat plat beton yang jebol. Sementara di Desa Gio Barat diperlukan pelurusan alur sungai sebagai langkah mitigasi lanjutan.

Khusus di Desa Moutong Utara, penanganan difokuskan pada perbaikan permanen sistem drainase. Program ini akan dilakukan melalui mekanisme pergeseran anggaran dan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait.

“BPBD memastikan upaya penanganan akan terus berlanjut, hingga seluruh infrastruktur yang terdampak dapat kembali berfungsi dan aktivitas masyarakat pulih sepenuhnya,” pungkas Rivai. AFL

Pos terkait