Ratusan KK di Jono Kalora Terdampak Krisis Air Bersih

Petugas BPBD Parmout menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Jono Kalora, yang terdampak krisis air bersih akibat kekeringan. FOTO: IST.

PARIGI MOUTONG, MERCUSUAR – Kondisi kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) menyebabkan krisis air bersih di Dusun 1, 2, dan 3 Desa Jono Kalora Kecamatan Parigi Barat.

Kondisi tersebut kini menjadi perhatian Pemerintah Daerah, karena berdampak langsung pada kebutuhan dasar masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parmout, Rivai, di Parigi, Rabu (4/2/2026), menyebutkan kelangkaan air bersih di Desa Jono Kalora sebenarnya telah terjadi sejak tahun lalu. Namun, situasi semakin diperparah oleh musim kemarau yang berlangsung sejak awal Januari 2026.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Parmout, salah satu penyebab krisis air bersih tersebut dikarenakan minimnya curah hujan. Sehingga mengakibatkan debit sumber-sumber air yang biasa dimanfaatkan warga, termasuk Sungai Jono Kalora, menyusut drastis bahkan mengering.

“Saat ini, sumber air bersih yang biasanya digunakan untuk keperluan sehari-hari masyarakat, telah mengering,” kata Rivai.

Ia menyampaikan berdasarkan laporan Pusdalops, tercatat sebanyak 421 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung kondisi kekeringan.

Rivai menerangkan, sebelum adanya penanganan oleh sejumlah pihak terkait, warga terpaksa mengambil air dari luar Desa Jono Kalora. Warga Dusun 3 harus menuju sumber air di Desa Lebo, warga Dusun 2 mengambil air ke Desa Bambalemo, sementara warga Dusun 1 menuju Desa Baliara demi memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, BPBD Parmout bersama aparat desa setempat melakukan asesmen dan koordinasi untuk penanganan lebih lanjut. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pendistribusian atau dropping air bersih menggunakan trailer tangki milik BPBD.

Rivai menyampaikan, dropping air bersih dilaksanakan sejak Selasa (3/1/2026). BPBD juga terus melakukan pemantauan dan upaya mitigasi di wilayah-wilayah terkait. Meski bantuan air bersih telah disalurkan, Rivai menegaskan bahwa kondisi kekeringan masih berlangsung.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, serta menggunakan air secara bijak dan efisien selama musim kemarau masih terjadi,” pungkas Rivai. AFL

Pos terkait