Realisasi Program Kerja Disdikbud Parmout Terkendala DPA

Sunarti

PARIGI MOUTONG, MERCUSUAR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) tengah mengalami kendala dalam merealisasikan sejumlah program kerja di tahun 2026.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdikbud Parmout, Sunarti mengungkapkan kendala tersebut disebabkan belum terbitnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Padahal, kata dia, usulan kegiatan di sektor pendidikan cukup banyak.

“Hingga kini seluruh program masih berada pada tahap perencanaan. Karena belum adanya kepastian anggaran,” ujar Sunarti di Parigi, Senin (9/2/2026).

Sunarti juga menyebut Disdikbud saat ini tidak lagi mengelola pekerjaan fisik. Fokus kebijakan dialihkan pada peningkatan mutu pendidikan, terutama pada kualitas guru dan proses pembelajaran di satuan pendidikan.

Arah kebijakan tersebut, lanjutnya, sejalan dengan program unggulan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Salah satu bentuk penyesuaian kebijakan nasional yang diterapkan adalah perubahan sistem evaluasi pendidikan di sekolah.

Sistem Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang sebelumnya diterapkan kini ditiadakan, digantikan dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Menurut Sunarti, meski memiliki fungsi yang mirip dengan ujian nasional pada masa lalu, TKA tidak dijadikan sebagai penentu kelulusan peserta didik.

“Penentuan kelulusan tetap menjadi kewenangan masing-masing sekolah. TKA lebih difokuskan sebagai alat untuk mengukur kemampuan akademik siswa, dan menjadi bahan evaluasi dalam peningkatan kualitas pembelajaran,” jelas Sunarti.

Selain peningkatan mutu pendidikan dasar, Disdikbud Parmout, kata Sunarti, juga menyiapkan dukungan anggaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah penyediaan makanan tambahan bagi peserta didik TK dan PAUD. Tujuannya, untuk pencegahan stunting.

“Kami terus mendukung sejumlah program nasional lintas sektor. Baik itu penurunan angka stunting, pencegahan anak putus sekolah, serta upaya penurunan angka kemiskinan di daerah,” pungkas Sunarti. AFL

Pos terkait