Relawan Muhammadiyah Parmout Bantu Pemadaman Karhutla

Muhammad Abduh

PARIGI MOUTONG, MERCUSUAR – Relawan dari Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Parigi Moutong (Parmout) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) turut mengambil bagian dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kecamatan Parigi Utara dan Kecamatan Siniu.

Ketua MDMC Parmout, Muhammad Abduh mengatakan keterlibatan pihaknya dilakukan sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan terhadap dampak karhutla, yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat akibat paparan asap yang semakin meluas.

“MDMC menurunkan sejumlah relawan ke lokasi terdampak, untuk membantu proses pemadaman api bersama tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD, Damkar, Satpol PP, TNI, Polri, Manggala Agni, FPRB, serta unsur relawan lainnya,” ujar Abduh, baru-baru ini.

Ia mengatakan, relawan Muhammadiyah Parmout terlibat langsung dalam upaya pemadaman api secara manual di wilayah pegunungan dengan menggunakan peralatan seadanya. Seperti ember, jerigen, tangki semprot, serta perlengkapan lainnya di titik-titik api yang masih aktif.

Selain mengerahkan relawan, MDMC Parmout, kata Abduh, juga menyalurkan bantuan logistik berupa puluhan dus masker kepada petugas gabungan. Menurutnya, bantuan tersebut dinilai penting, mengingat, kondisi asap cukup pekat dan berpotensi mengganggu kesehatan petugas saat berada di lapangan.

“Bantuan masker diberikan sebagai upaya perlindungan awal bagi petugas dan relawan yang bekerja dalam kondisi penuh risiko, akibat paparan asap dan cuaca panas selama proses pemadaman berlangsung,” ungkap Abduh.

Ia menegaskan, kehadiran relawan di lokasi karhutla merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam merespons setiap bencana yang terjadi di tengah masyarakat. Ia menegaskan, MDMC akan terus berupaya membantu semaksimal mungkin, baik dari sisi personel maupun logistik.

“Ini adalah bentuk solidaritas dan tanggung jawab kemanusiaan,” tegas Abduh. AFL

Pos terkait