Warga Terdampak Karhutla dapat Bantuan Logistik

Penyerahan bantuan logistik kepada warga terdampak karhutla, di Kantor Camat Parigi Utara, Rabu (18/2/2026). FOTO: ABDUL FARID/MS

PARIGI MOUTONG, MERCUSUAR – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Pemkab Parmout) menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang terjadi beberapa waktu lalu di Kecamatan Parigi Utara.

Bantuan berupa paket sembako tersebut diserahkan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Parmout, didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Parmout, di Kantor Camat Parigi Utara, Rabu (18/2/2026).

“Bantuan ini bertujuan guna memenuhi kebutuhan dasar warga, sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat terdampak kebakaran,” ujar Bupati Parmout, H. Erwin Burase kepada wartawan.

Erwin menyampaikan, penyaluran bantuan masih difokuskan di tiga wilayah terdampak, yakni Desa Avulua, Desa Toboli, dan Desa Sakinah Jaya. Hal itu, menurutnya, karena karhutla di tiga titik tersebut telah berdampak pada puluhan warga pemilik lahan perkebunan. Sebagaimana pembaruan data kejadian per 5 Februari 2026.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Parmout, jumlah pemilik lahan terdampak di Desa Avulua sebanyak 74 orang, Desa Toboli 9 orang, dan Desa Sakinah Jaya 5 orang. Adapun luas total karhutla di Desa Avulua dan Desa Toboli mencapai kurang lebih 147 hektare. Dari data tersebut, tercatat bahwa luas lahan perkebunan yang terbakar di Desa Avulua sekitar 76,7 hektare dan di Desa Toboli sekitar 20 hektare.

Sementara di Desa Sakinah Jaya, luas total karhutla mencapai sekitar 10 hektare. Dengan luas lahan perkebunan terbakar kurang lebih 5 hektare.

Erwin meminta pihak terkait untuk terus bersama-sama menjaga wilayah dari berbagai potensi adanya kebakaran susulan. Ia juga menginstruksikan BPBD agar terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak, guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran lanjutan. Mengingat, kondisi cuaca yang masih berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan.

“Kami selalu mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, serta tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang dapat memperparah situasi,” pungkas Erwin. AFL

Pos terkait