TONDO, MERCUSUAR – Sebanyak 130 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (Untad) mengikuti prosesi Ikrar Janji Dokter Muda ke-36, sebagai penanda kesiapan memasuki tahap pendidikan profesi (koas) dan praktik klinis. Kegiatan sakral ini berlangsung di Aula Baru Fakultas Kedokteran Untad, Selasa (27/1/2026).
Dekan Fakultas Kedokteran Untad, Dr. dr. M. Sabir, M.Si menegaskan, pendidikan profesi merupakan ujian sesungguhnya bagi calon dokter. Ia menekankan pentingnya karakter, selain kecerdasan akademik.
“Mahasiswa harus memiliki karakter kinerja, menyelesaikan setiap tugas secara tuntas. Perkuat kompetensi dengan aktif bertanya kepada senior, meningkatkan literasi baca, serta kemampuan bahasa yang kini menjadi kebutuhan di dunia medis,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pemanfaatan teknologi melalui Aplikasi SIGA sebagai instrumen pemantauan progres akademik mahasiswa, terutama untuk mendeteksi kendala sejak dini, termasuk terkait Kartu Rencana Studi (KRS).
“Dengan SIGA, perkembangan mahasiswa bisa dipantau secara terukur. Jika ada masalah, sistem akan mendeteksi sehingga dapat segera ditangani,” tambahnya.
Dr. dr. Sabir turut berharap adanya kolaborasi yang baik antara orang tua dan pihak kampus dalam memantau proses pendidikan profesi mahasiswa.
“Kami mohon dukungan orang tua agar memastikan mahasiswa benar-benar menjalani proses koas dengan baik,” tegasnya.
Mewakili Rektor Untad, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, S.T., M.T., M.Sc., mengingatkan bahwa janji yang diucapkan merupakan komitmen besar terhadap kemanusiaan.
“Junjung tinggi etika, integritas, dan kejujuran. Jalani pendidikan profesi ini dengan serius. Semakin cepat selesai dengan kualitas baik, semakin besar kontribusi bagi masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, predikat lulusan dengan IPK tertinggi diraih Melianita Nurkhalifah Rasidin, S.Ked., dengan IPK 3,63 (Dengan Pujian) dan masa studi 3 tahun 3 bulan 7 hari. */JEF
130 Mahasiswa FK Untad Ucap Janji Dokter Muda






