BESUSU TENGAH, MERCUSUAR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulteng berencana kembali menunda proses pembelajaran tatap muka di sekolah pada 2021 mendatang. Penundaan tersebut diakibatkan melonjaknya kasus Covid-19 di sejumlah daerah di Sulteng.
Sebelumnya pemerintah melalui surat edaran gubernur maupun Disdikbud Sulteng berencana melaksanakan pembelajaran tatap muka pada awal Januari 2021 mendatang, dengan ketentuan kasus Covid-19 mengalami penurunan. Kenyataannya di sejumlah daerah terutama Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong dan Morowali mengalami lonjakan kasus hingga masuk zona merah,sehingga Disdikbud Sulteng kembali mengambil keputusan agar proses pembelajaran tatap muka akan kembali ditunda.
Kepala Disikbud Sulteng, Irwan Lahace mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan kembali rapat bersama tim Covid-19 Sulteng untuk bisa membahas penundaan proses pembelajaran tatap muka di sekolah, mengingat kasus Covid-19 terus meningkat.
“Kami tidak mau mengambil resiko untuk bisa menerapkan pembelajaran tatap muka jika kasus Covid-19 di Sulteng terus bertambah. Semoga ini bisa menjadi perhatian sekolah agar bisa lebih sabar menghadapi pandemi,” katanya, Selasa (22/12/2020).
Ia mengakui bahwa memang surat edaran yang dikeluarkan oleh Gubernur dan Disdikbud Sulteng dilaksanakan pada 1 Desember 2020 kemarin. Rapat yang dilaksanakan atas evaluasi persiapan pemilihan kepala daerah (Pilkada), makanya setelah adanya peningkatan kasus Covid-19, makanya terpaksa kembali menunda pembelajaran tatap muka.
“Penundaan ini rencananya tidak akan berlangsung lama, sebab kami akan kembali melihat pada Februari ataupun Maret apakah kasus Covid-19 masih meningkat atau mengalami penurunan. Jika mengalami penurunan maka akan proses pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan seperti yang telah direncanakan,” terangnya.
Dia mengatakan, sejauh ini, seluruh sekolah saat ini sudah siap melaksanakan proses pembelajaran tatap muka dengan seluruh fasilitas yang telah disiapkan oleh pihak sekolah. Hanya saja kesiapan tersebut tidak bisa menjamin para siswa terkena Covid-19, makanya perlu upaya dari pemerintah untuk bisa menunda kegiatan tersebut.UTM