EMIS Keniscayaan di Era Digital

Kakanwil Kemenag Sulteng, Junaidin (kiri) saat membuka kegiatan Optimalisasi Peran Operator EMIS MTs bertajuk SNMB MAN IC Kota Palu. FOTO: MISBACH/MS

PALU, MERCUSUAR – Education Management Information System (EMIS) yang dimiliki Kementerian Agama (Kemenag) RI bukan hanya sebuah sistem. Lebih dari itu, menjadi sebuah keniscayaan di era digital yang harus dihadapi dan dikelola dengan baik. Untuk mendukung hal itu, membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, melek teknologi dan smart.

“Maka kemudian, operator-operator yang bersentuhan dengan EMIS sebagai bagian terpenting dari sistem ini, haruslah didukung dan diupayakan untuk menambah kemampuan mereka,” ujar Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sulteng, Dr. H. Junaidin, usai membuka kegiatan Optimalisasi Peran Operator EMIS Madrasah Tsanawiyah (MTs) bertajuk Seleksi Nasional Murid Baru (SNMB) Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Kota Palu.

EMIS adalah sistem manajemen pendidikan terintegrasi milik Kemenag, untuk mengelola data seluruh pendidikan Islam, mulai dari Raudahtul Athfal (RA), madrasah, pesantren maupun Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), guru, serta siswa, yang berfungsi sebagai basis data tunggal untuk perencanaan, pengambilan kebijakan, dan peningkatan mutu pelayanan pendidikan keagamaan di Indonesia.

Junaidin memaparkan, operator EMIS 4.0 adalah orang-orang terdepan untuk membersamai di keluarga besar Kemenag. Saat ini, di sektor operator ada transformasi digital. Operator, lanjut Junaidin, harus mampu menyesuaikan dan beradaptasi setiap perkembangnban teknologi informasi.

“Saya optimis. Banyak indikator yang bisa kita ambil dan dapatkan. Ada studi banding dari sini. Bisa membangun komunikasi, misalnya dangan Madrasah Al-Azhar yang sudah unggul itu. Karena secara institusi kita, MAN IC mempunyai modal kekuatan yaitu dari pemerintah sendiri,” tukasnya.

Ia juga menegaskan dukungan penuh terhadap pola yang dilakukan oleh Kepala MAN IC Kota Palu, terkait SNMB, dengan melakukan cara berbeda dari sebelumnya, yakni mengundang seluruh operator EMIS dan kepala MTs se-Sulteng untuk berkumpul dan membahas beberapa poin penting.

“Saya tegaskan, MAN IC adalah sebuah sekolah unggulan, tentunya memiliki kemampuan dalam mengelola teknologi yang berbasis digital,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala MAN IC Kota Palu, Mardiati Rosmah dalam sambutannya menegaskan pihaknya mengubah pola dalam upaya mengoptimalkan SNMB, dengan mendekatkan upaya kolaboratif terhadap sumber-sumber yang menjadi “lumbung” calon siswa di MAN IC Kota Palu.

“Kami diinstruksikan berkolaborasi dan bergandengan tangan untuk menerima murid baru. Di mana setiap tahun, MAN IC Palu mendapat porsi 120 orang murid baru hasil SNMB yang dilaksanakan oleh Kemenag pusat,” kata Mardiati.

“Tahun ajaran ini kami mengubah sistem. Kami mendatangkan mereka (operator EMIS dan Kepala MTs se-Sulteng) ke Palu,” pungkas Mardiati. MBH

Pos terkait