MAN 2 Kota Palu Perkuat Upaya Peningkatan Prestasi Siswa

Taufik Abd. Rahim

PALU, MERCUSUAR – Kepala Madrasah Aliyah Negeri 2 (MAN 2) Kota Palu, Dr. H. Taufik Abd Rahim menegaskan pihaknya terus menguatkan upaya peningkatan prestasi siswa, baik akademik maupun nonakademik.

“Pada tahun 2025, Alhamdulillah, banyak prestasi yang diraih oleh siswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Untuk tahun 2026, kami mencoba melakukan evaluasi sejak akhir tahun 2025, dan mulai merancang persiapan 2026 bagaimana bisa mendorong peserta didik meraih prestasi, khususnya medali emas pada OMI (Olimpiade Madrasah Indonesia) dan OSN (Olimpiade Sains Nasional),” tutur Taufik, di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Upaya tersebut, kata dia, dilaksanakan secara terkoneksi bersama seluruh unsur di madrasah, khususnya bidang akademik dan kesiswaan.

“Semua tidak lepas dari proses pembinaan yang dilakukan, karena memang tidak ada yang instan. Proses harus berjalan dengan baik, melalui pembinaan, bimbingan, serta komitmen guru yang sangat menentukan. Selain itu, input siswa juga sangat penting,” lanjutnya.

Taufik menegaskan pihaknya sangat serius dalam upaya meningkatkan prestasi siswa pada berbagai ajang, khususnya OMI dan OSN. Langkah-langkah tersebut, bahkan telah disusun dan dilaksanakan sejak Oktober 2025 lalu.

Salah satu persiapan menghadapi tahun 2026, ungkap Taufik, adalah dengan melaksanakan psikotes bagi 42 siswa anggota ekstrakurikuler (ekskul) Intelligence Madrasah Olympic (IMO). Hal itu, menurutnya, sangat berpengaruh pada kesiapan mental, dan penilaian bakat, minat serta karakter para siswa untuk menghadapi sejumlah ajang di tahun 2026.

“Kami melakukan psikotest melibatkan perguruan tinggi. Selain itu, kami juga menambahkan penilaian akhlak,” imbuhnya.

Taufik menegaskan kembali, keseluruhan proses juga sangat ditentukan oleh kualitas pembelajaran. Olehnya, MAN 2 Kota Palu turut menyusun upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, serta peningkatan kualitas guru melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Selain itu, iklim lingkungan pembelajaran menurutnya sangat menentukan.

“Fokus kami juga pada kualitas pembelajaran, sebagai inti dari semuanya. Kalau (kualitasnya) amburadul, maka bagaimana mau bicara tentang prestasi,” tandas Taufik. IEA

Pos terkait