PALU, MERCUSUAR – Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Kristen Bala Keselamatan (BK) Palu meraih peringkat bergengsi, dengan berada di urutan keenam dari 10 sekolah terbaik jenjang SMK se-Sulawesi tahun 2026, dan menjadi yang pertama di Provinsi Sulteng mengalahkan SMK Negeri 2 Kota Palu yang berada di posisi 10 se-Sulawesi.
Kepala SMKS BK Palu, Adhi Fernandes Gamaliel mengatakan hal itu berdasarkan seleksi pemeringkatan Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) yang dikelola Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) atau Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), yang didirikan berdasarkan Peraturan Menteri (Permendikbudristek Nomor 27/2021).
“Puji Tuhan, apa yang kami dapatkan ini adalah hasil dari sebuah proses yang panjang, dengan tidak mengenal lelah, terus optimis, dan tentunya semuanya tidak terlepas dari campur tangan Tuhan,” ujar Adhi, di Palu, Senin (9/3/2026).
Penentuan top 1000 SMK terbaik di Indonesia versi Puspresnas disesuaikan menurut prestasi lomba atau talenta siswa. Selain jenjang SMK, Puspresnas juga menetapkan daftar sekolah terbaik jenjang SD, SMP, SMA, Pendidikan khusus, hingga perguruan tinggi.
Adhi mengungkapkan, untuk peringkat nasional dari sekira 1.000 SMK terbaik versi Pusprenas, SMKS BK Palu yang beralamat di Jalan Towua, Kota Palu menduduki top 60. Menurutnya, posisi tersebut sangat prestisius.
“Top 1.000 SMK terbaik di Indonesia ditentukan berdasarkan kuantitas prestasi yang diraih oleh siswa. Kuantitas prestasi tersebut tertuang dalam SIMT. Sekolah dengan perolehan medali terbanyak akan menempati peringkat teratas,” jelasnya.
Salah seorang pengurus sekolah, Pdt. Kapten Eston Warani menambahkan, posisi yang diraih sekolahnya dengan melihat poin penilaian dari beberapa kompetisi yang semuanya diakui Puspenas, dan merupakan ajang resmi yang diselenggarakan oleh Puspenas atau BPTI.
Di antaranya Olimpiade Sains Nasional (OSN), Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (KoPSI). Selain itu, prestasi lainnya, termasuk pada ajang internasional yang telah dikurasi.
“Sederhananya begini, selain jumlah prestasi yang ditorehkan, kualitas dan bobot medali juga menjadi kunci dalam menentukan sekolah terbaik. Medali emas atau juara 1 memiliki poin tertinggi. Kemudian, Puspresnas memberikan bobot lebih besar untuk prestasi internasional dibanding nasional, dan prestasi nasional dibanding provinsi,” terang Eston.
Ke depannya, kata Eston, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan prestasi yang sudah diraih. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung upaya yang dilakukan oleh sekolahnya. MBH






