Nextgen Learning Challenge, Pelajar dan Mahasiswa Nasional Berlomba Produksi Video Pembelajaran Kreatif

Foto bersama usai seremoni pembukaan final Nextgen Learning Challenge, di aula Fakultas MIPA Untad, Rabu (21/10/2026). FOTO: IMAM EL ABRAR/MS

PALU, MERCUSUAR – Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Tadulako (Untad) menyelenggarakan lomba konten video kreatif nasional bertajuk Nextgen Learning Challenge, yang telah masuk tahapan final, dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring) dari Aula Fakultas MIPA Untad, Rabu (21/10/2026).

Ketua Panitia, Nov Irmawati Indah, S.Si., M.Si., Ph.D. menyampaikan ajang tersebut mendapat antusias yang cukup besar, dari para pelajar jenjang SMA-sederajat dan mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia.

Tercatat, untuk peserta jenjang SMA-sederajat di antaranya berasal dari SMAN 1 Kota Bekasi, SMAN 3 Ponorogo, SMAN 1 Palu, SMA ABBS Surakarta, SMA Al-Azhar Mandiri Palu, dan SMK IT Ihsanul Fikri Magelang. Sementara peserta jenjang mahasiswa di antaranya berasal dari Untad, Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Halu Oleo (UHO), dan Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung.

“Alhamdulillah peserta kita sangat banyak. Total yang mendaftar sebanyak 58 tim,” kata Nov.

Para peserta di masing-masing jenjang berlomba membuat video kreatif pembelajaran, yang selanjutnya diunggah dan dinilai oleh para juri. Panitia menghadirkan panel juri masing-masing dosen Produksi Film Televisi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Zahrina Zatadini, S.Sn., M.A., Produser TVRI Sulteng, Mega Ismail, dan dosen Teknik Informasi Untad, Dr. Ir. Yazdi Pusadan. Turut hadir dalam kesempatan itu, Kepala LPMPP Untad, Prof. Darmawati Darwis, M.Si., Ph.D..

Wakil Rektor bidang Keuangan dan Umum, Prof. Dr. M. Rusydi H., M.Si. mengapresiasi ajang tersebut, dan menyebutnya sebagai upaya mengukur kreativitas para pelajar dan mahasiswa, khususnya terkait kreasi pembuatan konten-konten bermuatan positif.

“Dengan adanya lomba seperti ini, kita dapat mengukur diri bahwa apa yang sudah diperbuat dan dipelajari selama ini apakah sudah bagus atau belum,” kata Rusydi.

Ia berharap ajang tersebut dapat menghasilkan video-video konten yang bermanfaat bagi kalangan masyarakat, serta menjadi bagian dari pembelajaran baik bagi pelajar SMA-sederajat maupun mahasiswa.

Selain itu, menurut Rusydi, lomba tersebut dapat pula menjadi bagian dari upaya mendorong percepatan tansformasi pendidikan, yang menyesuaikan dengan cepatnya perkembangan teknologi informasi.

“Dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat, saya kira penting adanya perubahan atau transformasi. Dengan adanya AI dan sebagainya, proses pembelajaran dapat tertransformasi sehingga kita bisa lebih banyak belajar lebih banyak mengetahui dibanding sebelumnya. Saya kira apa yang kita lakukan saat ini merupakan bagian dari upaya mempercepat transformasi di bidang pendidikan,” pungkas Rusydi. IEA

Pos terkait