BESUSU TENGAH, MERCUSUAR – Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 20 Palu yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah kini memasuki semester genap Tahun Ajaran 2025/2026. Sekolah yang mulai beroperasi sejak Agustus 2025 tersebut saat ini menampung 187 siswa dari jenjang SMP dan SMA.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 20 Palu, Anita mengatakan, kuota awal yang diberikan pemerintah provinsi melalui Dinas Sosial sebanyak 200 siswa. Kuota tersebut terdiri dari tiga rombongan belajar (rombel) SMP dan lima rombel SMA, dengan kapasitas masing-masing rombel sebanyak 35 siswa.
“Kuota dari Dinas Sosial itu 200 orang, terdiri dari tiga rombel SMP dan lima rombel SMA. Satu rombel berisi 35 siswa,” ujar Anita saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/1/2026).
Saat ini, kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat Terintegrasi 20 Palu masih dilaksanakan di gedung belakang Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sulawesi Tengah, Jalan S Parman, Kota Palu. Penggunaan lokasi tersebut bersifat sementara sembari menunggu kesiapan gedung permanen sekolah.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 20 Palu merupakan sekolah berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Seluruh siswa mendapatkan fasilitas asrama, tempat tinggal, biaya pendidikan, serta makan tiga kali sehari secara gratis.
“Pada dasarnya Sekolah Rakyat ini dibangun untuk membentuk karakter anak-anak. Karena konsepnya sekolah asrama, jadi pembinaan karakter sangat ditekankan,” jelas Anita.
Dalam mendukung pembinaan karakter, sekolah memiliki sejumlah program unggulan. Salah satunya adalah program Bina Takwa yang rutin dilaksanakan setiap Jumat pagi.
“Dimulai dengan zikir bersama, kemudian sedekah, dilanjutkan salat dhuha, dan setelah itu ada kultum yang sudah dijadwalkan,” ungkapnya.
Selain Bina Takwa, para siswa juga mengikuti kegiatan bina lingkungan yang dilaksanakan setiap hari Minggu. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial serta rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Saat ini, seluruh siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 20 Palu diketahui beragama Islam. Oleh karena itu, seluruh program pembinaan karakter disesuaikan dengan nilai-nilai keislaman.
Program Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi solusi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus mencetak generasi yang berkarakter, mandiri, dan berdaya saing di masa depan. UTM






