Siswa Keracunan MBG, Satu Masih Rawat Inap

Sejumlah siswa yang terkena dampak keracunan Program MBG di SMK Bina Potensi Palu yang hingga kini masih ada satu siswa yang rawat inap di RS BK Palu, Rabu (28/8/2025). FOTO: DOK SMK BINA POTENSI PALU

TATURA UTARA, MERCUSUAR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palu kembali menjadi
sorotan, setelah insiden keracunan makanan menimpa puluhan siswa SMK Bina Potensi Palu.

Setidaknya 20 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan, dan satu siswa hingga kini harus
menjalani perawatan inap di rumah sakit Balai Keselamatan Palu.

Kepala SMK Bina Potensi Palu, Marsam menyampaikan, insiden terjadi pada hari ketiga penyaluran
makanan MBG. Ia menuturkan, pada hari tersebut, makanan datang terlambat dari jadwal biasanya.
“Biasanya makanan datang paling lambat pukul 12.00 WITA, tapi hari itu baru tiba sekitar pukul 13.30.

Karena siswa sudah lapar, mereka langsung menyantap makanan tanpa merasa ada kejanggalan,” ujar
Marsam, Kamis (28/8/2025).

Namun, sekitar pukul 14.00 WITA, sejumlah siswa mulai mengeluhkan gejala seperti sesak napas, gatal-
gatal, hingga kulit kemerahan. Pihak sekolah segera membawa mereka ke Rumah Sakit Balai

Keselamatan (BK) Palu untuk mendapatkan penanganan medis. Satu siswa dinyatakan harus menjalani
rawat inap, sementara lainnya diperbolehkan pulang karena hanya mengalami gejala ringan.

Lebih mengkhawatirkan lagi, Marsam mengungkapkan bahwa sejumlah kucing peliharaan sekolah yang
juga mengonsumsi sisa makanan tersebut ditemukan mati, diduga akibat keracunan yang sama.

Menanggapi kejadian tersebut, pihak pengelola MBG di sekolah itu sementara waktu dihentikan
operasinya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Badan Gizi Nasional (BGN) selaku
penyelenggara utama program.

Sekretaris Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Asrul menyampaikan, program MBG sepenuhnya berada
di bawah tanggung jawab BGN.

“Kami dari dinas hanya berperan dalam koordinasi, sedangkan penyedia makanan merupakan vendor
yang ditunjuk langsung oleh BGN,” jelasnya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala sekolah untuk menindaklanjuti peristiwa ini, termasuk
memastikan bahwa seluruh siswa yang dirawat memiliki perlindungan jaminan kesehatan. Diketahui
seluruh siswa sudah terdaftar sebagai peserta BPJS melalui program “Sulteng Berani Sehat”.
Asrul juga mengimbau kepada seluruh penyedia makanan MBG, agar menjadikan kejadian ini sebagai
pelajaran penting.

“Kami berharap ke depan tidak ada lagi insiden serupa. Penyedia makanan harus lebih memperhatikan
keamanan dan kualitas makanan yang disalurkan kepada siswa,” tegasnya.

Pihak sekolah dan dinas pendidikan kini menunggu hasil pemeriksaan dari BGN untuk mengetahui
penyebab pasti keracunan tersebut. UTM

Pos terkait