SMAN 3 Palu, Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional 2025

Kepala SMAN 3 Palu, Idris Ade, berfoto bersama seluruh guru yang merupakan tim Adiwiyata. Mereka kembali berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Nasional 2025. FOTO: IST.

BIROBULI SELATAN, MERCUSUAR — SMAN 3 Palu yang dikenal aktif dalam gerakan peduli lingkungan ini resmi kembali meraih Penghargaan Adiwiyata Nasional 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Kepala SMAN 3 Palu, Idris Ade, mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas pencapaian ini. Ia menyebut penghargaan tersebut sebagai bukti konsistensi seluruh warga sekolah dalam membangun budaya lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

“Penghargaan ini menjadi kado istimewa di penghujung tahun. Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menjaga komitmen dan nilai-nilai Adiwiyata di lingkungan sekolah,” ujar Idris Ade, Kamis (4/12/2025).

Capaian ini merupakan hasil kerja panjang tim lingkungan sekolah yang selama ini aktif menggerakkan program pengelolaan sampah, penghijauan, pemanfaatan eco-enzyme, pembiasaan perilaku ramah lingkungan, hingga pendidikan berbasis lingkungan. Program-program tersebut menjadi fondasi kuat hingga SMAN 3 Palu berhasil kembali mengukir prestasi di kancah nasional.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada tim lingkungan sekolah yang selama ini menjadi motor penggerak utama, yaitu Yuli Rahmawati, Fitriyati Rais, Nurmiah Yunus Emy, serta Bunda Norma. Berkat dedikasi dan kerja lapangan yang konsisten, budaya hijau di SMAN 3 Palu mampu tumbuh kuat dan melibatkan seluruh warga sekolah.

Prestasi Adiwiyata Nasional 2025 ini sekaligus mempertegas posisi SMAN 3 Palu sebagai sekolah yang serius mempersiapkan generasi muda yang peduli terhadap pelestarian lingkungan. Keberhasilan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Sulawesi Tengah untuk terus mengembangkan tata kelola lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Dengan pencapaian ini, SMAN 3 Palu menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga tentang membangun karakter dan kepedulian terhadap bumi yang menjadi rumah bersama. UTM

Pos terkait