SMAN 4 Palu, Maksimalkan Penerapan Kurikulum Sekolah Penggerak

  • Whatsapp
SMAN 4 KSP-414a6374

LERE, MERCUSUAR – SMAN 4 Palu merupakan salah satu sekolah di Sulteng yang menerapkan kurikulum sekolah penggerak. Melalui Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ini mereka bisa memaksimalkan penerapan kurikulum sekolah penggerak.

Sebenarnya mereka sudah menerapkan KSP tersebut sejak awal tahun ajaran baru tetapi belum bisa maksimal, karena seluruh siswa hanya diberikan pemahaman dan pembelajaran secara daring. Setelah adanya PTM barulah mereka bisa lebih fokus memberikan penerapan kurikulum kepada para siswa di sekolah.

“Saat ini kami sudah menerapkan KSP kepada para siswa kelas X sesuai dengan aturan yang diberikan oleh Kemendikbud RI. Memang KSP sangat berbeda dengan kurikulum sebelumnya, makanya perlu adanya pembelajaran secara maksimal yang dilaksanakan secara tatap muka. Kami juga memberikan apresiasi kepada pemerintah yang telah memperbolehkan sekolah untuk bisa kembali PTM di sekolah,” kata Kepala SMAN 4 Palu, Syam Zaini, Rabu (20/10/2021).

Mereka juga mengatakan bahwa saat ini mereka tidak mengalami kendala dalam hal penerapan KSP di sekolah, sebab sudah mengikuti berbagai pelatihan yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat maupun lainnya. Selain itu seluruh guru kelas X juga sudah mendapatkan pelatihan untuk penerapan kurikulum tersebut.

“Saat ini kami juga sudah mendapatkan bantuan buku KSP dari Kemendikbud langsung, makanya seluruh guru bisa lebih mudah untuk menerapkan pembelajaran kepada para siswa. Kami juga meminta pemerintah daerah untuk bisa memberikan dukungan kepada para sekolah penggerak di Sulteng. Sebab tanpa adanya dukungan dari pemerintah daerah akan menyulitkan sekolah untuk bisa mengembangkan program dari pemerintah pusat,” terangnya.

Saat in penerapan KSP di sekolah dilaksanakan dengan dua cara yaitu dengan PTM dan daring, sementara selama pelaksanaan daring sekolah banyak mengalami kendala, khususnya para siswa yang mengikuti pendidikan daring.

Banyak diantara mereka masih mengalami berbagai kekurangan, diantaranya gawai atau HP, hingga laptop yang memang sangat penting untuk mendukung proses pembelajaran secara daring. UTM

Baca Juga