SMPN 1 Palu Bangun Gedung Inklusi Centre

  • Whatsapp
Gedung Inklusi-c7967b73
PEMBANGUNAN - Sejumlah pekerja saat mengerjakan Gedung Inklusi Centre yang nantinya menjadi pusat pembelajaran para siswa inklusi di SMPN 1 Palu, Senin (19/9/2022).FOTO: RUSTAM/MS

BESUSU TENGAH, MERCUSUAR – SMPN 1 Palu mendapatkan bantuan Dana Alokasi Daerah (DAK) tahun 2022 untuk membangun Gedung Inklusi Centre dan Laboratorium Komputer. Gedung tersebut nantinya berfungsi sebagai tempat pelayanan para siswa inklusi.

SMPN 1 Palu merupakan salah satu sekolah yang setiap tahunnya menerima para siswa berkebutuhan khusus, makanya mereka mendapatkan bantuan gedung untuk bisa memberikan pelayanan secara maksimal kepada para siswa inklusi,sehingga nantinya mereka bisa memaksimalkan program inklusi di sekolah.

“Sebelumnya kami memang dari sekolah telah menerima para siswa berkebutuhan khusus sesuai dengan program pemerintah pusat. Selain itu kami juga sudah melaksanakan berbagai pelatihan kepada para guru untuk menangani para siswa inklusi, sehingga kami sudah sangat siap menerima para siswa inklusi sesuai dengan target yang telah ditentukan setiap tahunnya,” kata Kepala SMPN 1 Palu, Farida Batjo, Senin (19/9/2022).

Pihaknya juga berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan pembangunan gedung baru. Semoga dengan adanya gedung ini bisa dimanfaatkan dengan baik sesuai dengan fungsinya masing-masing. Apalagi gedung ini memang sangat penting bagi sekolah,demi menunjang peningkatan kualitas pendidikan para siswa.

“Jadi nantinya gedung tersebut untuk melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan siswa inklusi baik dalam hal pendataan hingga berbagai lainnya. Sementara untuk proses pembelajarannya tetap dilaksanakan di kelas seperti siswa lainnya, sebab mereka juga harus tetap berbaur dengan para siswa normal lainnya untuk mencegah siswa stres,” terangnya.

Pihaknya mengatakan bahwa saat ini memang sekolah tersebut tetap mamaksimalkan program inklusi bersama para guru yang memang sudah mengikuti berbagai pelatihan untuk menangani para siswa tersebut. Jadi walaupun mereka menerima siswa inklusi mereka tetap masih bisa belajar dan berbaur dengan siswa normal lainnya. UTM

Baca Juga