TONDO, MERCUSUAR – Tenaga kependidikan (tendik) Universitas Tadulako (Untad), Riska Fitrah Sari, S.I.Kom., M.Sc., terpilih menjadi salah satu dari empat delegasi Indonesia dalam Seminar for Digital Media Editors and Journalists from ASEAN Countries di Tiongkok, September 2026.
Program yang berlangsung selama sekitar 20 hari ini disponsori Ministry of Commerce Republik Rakyat Tiongkok, bekerja sama dengan Kementerian Sekretariat Negara RI, dan diselenggarakan CICG Institute of International Studies and Advanced Training di Beijing.
Selama kegiatan, peserta mengikuti seminar, diskusi, dan kunjungan ke sejumlah institusi di Beijing, Changzhi, dan Jincheng, Provinsi Shanxi. Agenda tersebut mencakup pembelajaran mengenai transformasi media digital, konvergensi media, pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), serta pengembangan industri kreatif.
Riska mengatakan, kunjungan ke Jincheng Convergence Media Center memberikan gambaran mengenai integrasi media di tingkat daerah. Sementara kunjungan ke Shangdang Audio-Visual Digital-Intelligent Industrial Park memperlihatkan pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam produksi konten audiovisual, film, dan drama pendek.
Selain perkembangan teknologi, program tersebut juga memperkenalkan upaya pelestarian warisan budaya di tengah modernisasi.
“Dari Tiongkok, saya semakin memahami bahwa modernisasi dan pembangunan yang pesat tidak seharusnya membuat identitas budaya dan kelestarian lingkungan luntur. Pembangunan dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga warisan budaya dan kelestarian lingkungan,” kata Riska.
Peserta juga bertemu dengan Sekretaris Jenderal China-ASEAN Center, H.E. Zhang Lizhong, di Beijing untuk membahas pentingnya komunikasi dan pertukaran informasi dalam memperkuat hubungan Tiongkok dengan negara-negara ASEAN.
Bagi Riska, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring internasional sekaligus menambah wawasan yang relevan dengan pengembangan kehumasan di lingkungan Untad. Keikutsertaannya juga menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas tenaga kependidikan dalam mendukung internasionalisasi dan kemajuan perguruan tinggi. */JEF






