PALU, MERCUSUAR – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Tadulako (Untad) melaksanakan pelatihan dan pendampingan pemanfaatan aplikasi Polypad bagi guru-guru SD Inpres Baru, belum lama ini.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat literasi digital guru dalam mengembangkan pembelajaran matematika yang lebih interaktif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
Program dilaksanakan oleh tim dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untad, yang terdiri atas Zulnuraini, Khairunnisa, Dyah Aini Purbarani, Muhammad Nazimuddin Al Kamil, dan Rangga Putera Boroallo pada 18—19 Agustus 2026.
Kegiatan dikemas melalui sosialisasi, penyampaian materi, pelatihan, praktik langsung penggunaan aplikasi Polypad, serta pendampingan penyusunan rancangan pembelajaran matematika. Para guru diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran yang tidak hanya membantu penyampaian materi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengeksplorasi konsep matematika secara visual dan interaktif.
Ketua Tim, Zulnuraini menjelaskan, aplikasi Polypad dipilih karena menyediakan berbagai media manipulatif virtual yang dapat digunakan untuk memvisualisasikan konsep matematika, seperti bilangan, pecahan, geometri, dan berbagai materi matematika lainnya.
“Melalui aplikasi ini, guru dapat merancang aktivitas pembelajaran yang memungkinkan siswa mengamati, mencoba, dan memahami konsep matematika melalui representasi digital yang menarik,” kata Zulnuraini.
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdi turut memperkenalkan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), yaitu pendekatan yang mengintegrasikan pengetahuan teknologi, strategi pembelajaran, dan penguasaan materi.
“Melalui pendekatan ini, guru didorong untuk tidak sekadar mampu mengoperasikan aplikasi digital, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya secara tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik,” tuturnya.
Kegiatan pelatihan dilanjutkan dengan praktik penggunaan fitur-fitur Polypad, penyusunan skenario pembelajaran, serta kegiatan microteaching atau simulasi mengajar. Dalam sesi tersebut, para guru memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan rancangan pembelajaran yang telah disusun, mendiskusikan pengalaman penggunaan aplikasi, serta menerima masukan dari tim pengabdi untuk menyempurnakan pembelajaran.
Melalui proses pendampingan, para guru juga diarahkan untuk mengembangkan kegiatan pembelajaran matematika yang mendorong keaktifan siswa, kemampuan berpikir kritis, dan penalaran matematis. Pemanfaatan Polypad diharapkan dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik, sekaligus mempermudah peserta didik memahami konsep matematika yang bersifat abstrak.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari pihak SD Inpres Baru. Para guru menunjukkan keterlibatan aktif selama mengikuti rangkaian pelatihan, mulai dari pengenalan aplikasi hingga praktik merancang dan menyimulasikan pembelajaran berbasis teknologi digital.
Melalui pelatihan dan pendampingan tersebut, guru memperoleh pengalaman dalam memanfaatkan aplikasi Polypad sebagai alternatif media pembelajaran matematika. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara dosen dan guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.
Zulnuraini menyebut program tersebut merupakan bentuk kontribusi Untad melalui dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dalam meningkatkan kompetensi profesional guru SD, khususnya pada bidang literasi digital dan inovasi pembelajaran matematika.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru SD Inpres Baru dapat terus mengembangkan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi secara kreatif dan berkelanjutan, sehingga pembelajaran matematika di sekolah dasar menjadi lebih interaktif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik,” tandasnya. */IEA






