Untad Jalin Kerja Sama Riset dengan ITB dan BRIN

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Untad dengan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dilaksanakan pada Jumat (6/3/2026) di Ruang Rapat Rektor Untad. FOTO: DOK HUMAS UNTAD

TONDO, MERCUSUAR – Universitas Tadulako (Untad) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Institut Teknologi Bandung (ITB) guna memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kerja sama tersebut melibatkan Program Studi Teknik Geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) serta Program Studi Teknik Geologi Fakultas Teknik Untad. Penandatanganan dilaksanakan pada Jumat (6/3/2026) di Ruang Rapat Rektor Untad.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Prof. Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, S.T., M.Sc., bersama sejumlah akademisi dan peneliti, di antaranya Prof. Satria Bijaksana, Ph.D. dari FTTM ITB, Dr. Luki Subehi selaku Kepala Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Dr. rer. nat. Sulung Nomosatryo dari pusat riset yang sama.
Selain penandatanganan PKS, kegiatan juga dirangkaikan dengan pemaparan hasil riset Danau Lindu oleh Prof. Satria Bijaksana serta paparan peluang kerja sama riset bersama BRIN oleh Dr. Luki Subehi.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Prof. Andi Rusdin, menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga riset memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan penelitian yang berkualitas, khususnya di bidang ilmu kebumian dan pengelolaan sumber daya alam.
Menurutnya, diskusi bersama akademisi dan peneliti dari ITB dan BRIN membuka peluang luas untuk pengembangan riset bersama di masa mendatang.
“Pertemuan ini membuka peluang besar untuk kolaborasi riset. Banyak topik penelitian yang dapat dikembangkan bersama, khususnya yang berkaitan dengan potensi kebumian dan sumber daya alam di wilayah Sulawesi,” ujarnya.
Melalui kerja sama tersebut, berbagai program kolaboratif diharapkan dapat segera direalisasikan, seperti penelitian bersama, pertukaran peneliti dan mahasiswa, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengembangan fasilitas laboratorium serta kegiatan ilmiah.
Untad juga berharap kolaborasi ini dapat memperkuat jejaring akademik nasional sekaligus mendorong peningkatan kualitas riset, publikasi ilmiah, serta inovasi yang berkontribusi pada pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, khususnya di kawasan Indonesia timur. */JEF

Pos terkait