Vaksinasi Pelajar SMP di Palu Capai 68 Persen

  • Whatsapp
Vaksinasi SMP di Palu-83e1e69b

LERE, MERCUSUAR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu mengaku bahwa pencapaian vaksinasi pelajar SMP di Kota Palu baru 68,26 persen dari total seluruh siswa. Pencapaian tersebut karena adanya penetapan usia vaksinasi pelajar yaitu 12 tahun ke atas.

Plt Kepala Disdikbud Kota Palu, Abdul Hafid Jakatare mengungkapkan, dalam proses pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, Pemerintah Kota Palu berpegang pada instruksi Menteri Dalam Negeri, kemudian surat edaran Gubernur tentang proses PTM tersebut.

Berita Terkait

“Yang pertama untuk TK/PAUD dari instruksi tersebut, siswa yang ditampung dalam kelas ditetapkan hanya 33 persen. Olehnya itu jika berjumlah 12 orang berarti dibagi tiga, maka empat orang dalam satu kelas. Kemudian untuk jenjang SD itu 50 persen di ruangan kelas, 50 persennya lagi mengikuti PTMT secara daring,” kata Hafid, Selasa (23/11/2021).

Pilihan Redaksi :  Gedung Baru PGRI Palu Resmi Digunakan

Selain itu, khusus untuk SMP karena usia vaksinasinya itu ditetapkan dari 12 tahun, olehnya itu di poin ke-19 dalam surat edaran, disampaikan bahwa diprioritaskan siswa yang divaksin dulu baru boleh masuk belajar tatap muka di sekolah, karena di masa pandemi saat ini diutamakan keselamatan peserta didik.

Alhamdulillah dengan imbauan bapak wali kota, vaksinasi siswa kami telah capai 68,26 persen. Jadi salah satu yang mendongkrak vaksinasi di Kota Palu adalah siswa-siswi yang usianya 12 tahun dari tingkat SMP,”ujarnya.

Awalnya, para orang tua masih ragu anaknya divaksin, tetapi setelah dibuktikan ternyata yang tadinya ada salah seorang siswa usai divaksin sakit, namun sembuh kembali. Itu membuktikan bahwa tidak ada siswa yang sakit parah usai divaksin, semua dalam keadaan aman dan sehat.

Pilihan Redaksi :  PGRI Sulteng Dapat Bantuan Mobil Operasional

“Namun ada juga orang tua tidak mau anaknya divaksin, karena alasan yang mereka buat, sehingga pihak sekolah juga tidak bisa memaksakan, sebab vaksinasi ini bukan paksaan. Jadi ada jalan keluar yang dilakukan pemerintah khususnya dari Disdikbud, yang mengakomodir apabila ada siswa yang benar-benar tidak bisa dipaksakan divaksin, maka mereka akan diberikan keterangan kesehatan dari Puskesmas maupun Dokter keluarga, bagi memang yang ada penyakit bawaan,”jelasnya.

Pihaknya mengaku, selama ini vaksinasi yang dilaksanakan di sekolah berjalan baik, tidak ada kendala yang terjadi.

“Untuk target Pemkot Palu vaksinasi pelajar ini capai 70 persen. Kemudian jika level PPKM sudah turun ke satu, maka secara serentak akan diselenggarakan PTM, dengan menghadirkan semua siswa tidak lagi saling bergantian, namun tetap protokol kesehatan diberlakukan,”tambahnya. UTM

Baca Juga