Wisuda ke-VI UIN Datokarama, Rektor Harapkan Wisudawan Tidak Berhenti Mengejar Impian

  • Whatsapp

LERE, MERCUSUAR – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama mengukuhkan 407 wisudawan program sarjana dan pascasarjana, pada pelaksanaan Wisuda ke – VI yang dilaksanakan di Auditorium Kampus I UIN Datokarama, Kamis (29/2/2024).

407 wisudawan ini berasal dari empat fakultas, di antaranya Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) 207 orang, Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) 62 orang, Fakultas Syariah (FASYA) 31 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) 82 orang, dan Pascasarjana 20 orang.

Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Dr. Lukman, S. Thahir, dalam pesan almamater menyampaikan, semua orang punya mimpi besar dalam hidup, namun hanya sedikit yang bersungguh-sungguh untuk meraihnya. Kata dia, banyak orang tidak menyadari, jerih payah dan perjuangan itu, bisa mengubah duka menjadi kesuksesan.   

Prof. Lukman mencontohkan dua tokoh yang berjuang dengan sungguh-sungguh hingga meraih kesuksesan. Pertama, sosok Najat Belkacem, seorang imigran asal Maroko yang menjadi wanita muslim pertama yang dilantik sebagai Menteri Pendidikan, Pendidikan Tinggi dan Riset Prancis, pada 25 Agustus 2014, di usianya yang baru 36 tahun. Najat bahkan mendapat julukan sebagai ‘Wajah Baru Perancis’. Najat lahir dari keluarga penggembala kambing di sebuah desa di Maroko, kemudian bersama ibunya memutuskan pindah ke Prancis dan hidup sebagai imigran, sampai akhirnya memperoleh kewarganegaraan Prancis di usia 18 tahun.

Sosok kedua adalah Steve Jobs, founder Apple, yang memutuskan drop out dari kampus karena keterbatasan biaya, namun dengan kerja kerasanya, mampu membangun sebuah perusahaan teknologi yang kini mengguncang seluruh dunia. 

Lanjut Prof. Lukman, di momen wisuda perdana di masa kepemimpinannya ini, pihaknya kembali menegaskan visi UIN Datokarama, untuk menjadi yang terdepan dalam integrasi ilmu, entrepreneurship, kearifan lokal dan berwawasan Islam moderat. Visi ini kata dia, lahir dari pemikiran seorang intelektual muslim, Hasan Basri, seorang anak budak yang dimerdekakan di Madinah pada masa kekhalifahan Umayyah.   

Prof. Lukman juga menitipkan pesan kepada para wisudawan, untuk tidak menilai orang dari tampilan luarnya atau kata-kata orang lain tentang orang tersebut. Dirinya mengajak kepada seluruh wisudawan untuk selalu berprasangka baik terhadap orang-orang di sekitarnya. 

“Jangan jadi lulusan yang memiliki daya nalar tinggi namun rendah dalam etika. Untuk itu kita di UIN Datokarama selalu mengintegrasikan ilmu umum dan ilmu agama, untuk mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki daya nalar yang tinggi, tapi juga memiliki etika dan ilmu agama yang kokoh,” ujarnya.  JEF

Baca Juga