PALU, MERCUSUAR – KPU kota Palu menggelar debat kandidat pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Palu yang digelar oleh KPU Kota Palu dengan tema Menyelesaikan Persoalan dan Memajukan Daerah, Rabu (11/11/2020) di salah satu hotel di Kota Palu. Berdasarkan pemaparan visi misi terkait tema yang diangkat, keempat paslon perioritaskan peningkatan Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM).
Peningkatan UMKM dinilai mampu mengurangi angka kemiskinan di Kota Palu. Salah satu kandidat yang sangat fokus dalam peningkatan UMKM adalah paslon nomor urut dua Hadianto Rasyid dan dr. Reny Lamadjido.
Pada saat debat berlangsung, Hadi menjelaskan, mendorong peningkatan UMKM dengan bantuan modal dan promosi digital mampu meningkatkan ekonomi ribuan masyarakat Kota Palu yang selama ini menjadi pelaku UMKM.
“Mendorong ekonomi melalui UMKM, dan menciptakan inkubator digital ekonomi. Kita juga akan membangun home industri untuk lebih meningkatkan pendapatan,” jelas Hadi.
Paslon nomor urut satu Aristan dan Wahyudin akan mendorong UMKM melalui kelurahan dengan program 1 kelurahan Rp 1 Miliar. Programnya kedepannya, akan memperdayakan ekonomi berbasis rumah tangga dan bantuan dan pendampingan untuk UMKM.
“Semua ditangani pihak kelurahan agar program peningkatan dan pemerdayaan ekonomi masyarakat ini bisa lebih terstruktur,” jelasnya.
Hidayat dan Habsa nomor urut tiga yang merupakan petahana menjelaskan, peningkatan UMKM melalui sumber daya dan bantuan alat produksi telah dilakukan pada masa jabatannya, pihaknya juga telah melakukan pembangunan infrastruktur berbasis agro wisata yang berdampak pada ekonomi masyarakat sekitar.
“Ada beberapa program perioritas untuk melanjutkan pembangunan mendatang, salah satunya pembangunan infrastruktur berbasis wisata untuk wilayah utara Kota Palu,” jelasnya.
Sedangkan nomor urut 4 Imelda dan Arena penuntasan kemiskinan yang dinilainya meningkat dari tahun ke tahun menjadi PR untuk dipahami betul letak kesalahan dan solusinya kedepan. Bantuan pemenuhan kebutuhan hidup menurutnya cara paling efektif untuk menuntaskan angka kemiskinan di Kota Palu.
“Pemenuhan kebutuhan masyarakat miskin dapat mengurangi beban masyarakat serta pengembangan potensi masyarakat agar menghasilkan peningkatan taraf hidup dan mengurangi angka kemiskinan,” jelasnya.RES