Beras Produksi Petani Lokal Harus Dikembangkan

FOTO HLLLLL BERAS SIGI-f303332b
BUPATI Sigi, Moh Irwan Lapatta saat menyerahkan cenderamata kepada Direktur Bisnis Perum Bulog Pusat Febby Novita, di salah satu Hotel di Palu, Rabu (29/12/2021). FOTO: SANAJI/MS

SIGI, MERCUSUAR – Beras yang diproduksi oleh petani lokal di  Kabupaten Sigi harus terus dikembangkan agar memberikan manfaat besar secara ekonomi kepada petani dan daerah.

Demikian dikatakan Bupati Sigi, Moh Irwan Lapatta saat menghadiri peluncuran beras Maleo oleh Direktur Bisnis Perum Bulog Pusat, Febby Novita dan Pimpinan Wilayah (Pimwil) Perum Bulog Sulteng, Basirun, yang dirangkaikan dengan perpanjangan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Sigi dan Perum Bulog Sulteng, di salah satu Hotel di Palu, Rabu (29/12/2021).

Dijelaskannya, beras produksi petani lokal di Kabupaten Sigi merupakan salah satu produk unggulan daerah yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan. 

“Peluncuran beras Maleo  oleh Perum Bulog merupakan pasokan beras yang juga berasal dari Kabupaten Sigi, selain dari Donggala dan Parigi Moutong. Peluncuran beras Maleo merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mencari pangsa pasar atas produksi beras petani lokal yang berada di Kabupaten Sigi,” jelas Bupati.

Olehnya, komoditi pangan berupa beras menjadi salah satu produk unggulan daerah, yang perlu dikembangkan dan dibina secara terpadu oleh Pemkab Sigi. 

Lanjut Bupati, dengan menyediakan pangsa pasar yang besar untuk penyerapan hasil pertanian yang diolah petani, diharapkan dapat berdampak langsung pada pembangunan ketahanan pangan daerah untuk menopang pembangunan ketahanan pangan nasional. 

Selain itu, penyediaan pangsa pasar hasil pertanian yang diolah petani, juga berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, serta peningkatan kesejahteraan petani lokal di Sigi.

Beras Maleo yang diluncurkan oleh Perum Bulog akan didistribusikan pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sigi. Dia Diharapkan beras yang akan didistribusikan ke Sigi menjadi bahan pangan yang sehat tanpa pengawet dan pemutih.

“Melalui program pembelian beras oleh ASN, selain menyerap produksi hasil petani lokal juga bisa dijadikan ajang promosi produk ke daerah lain, sehingga dapat meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi ekonomi lokal melalui sektor agribisnis,” terangnya. AJI

Pos terkait