SIGI, MERCUSUAR – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sigi menggelar rapat evaluasi progress sertifikasi bidang tanah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, di Ruang Rapat Kantor Pertanahan Sigi, Kamis (15/1/2026).
Pertemuan yang dipimpin langsung Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sigi, Juwahir tersebut difokuskan pada optimalisasi pengamanan aset daerah yang digunakan untuk kepentingan publik. Adapun objek tanah yang menjadi prioritas meliputi fasilitas umum (fasum), fasilitas pendidikan, dan fasilitas sosial (fasos) yang merupakan aset strategis daerah.
Turut hadir perwakilan Pemkab Sigi diwakili jajaran Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) serta Biro Administrasi Pemerintahan Umum.
Juwahir menegaskan sertifikasi aset pemerintah daerah merupakan langkah krusial untuk memberikan kepastian hukum, serta mencegah terjadinya sengketa di masa depan dalam pengelolaan aset Pemda, khususnya Pemkab Sigi.
“Keberhasilan sertifikasi sangat bergantung pada koordinasi yang erat antarinstansi. Perlu ada kerja sinergi antara Kantor Pertanahan dan Pemkab Sigi, serta optimalisasi kerja dalam pensertifikatan bidang tanah, baik dari sisi data yuridis maupun pemeriksaan kondisi fisik di lapangan,” ujar Juwahir.
Hal senada disampaikan Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran (PHP) sekaligus Ketua Panitia, Dr. Syariatudin, Ia menyebut, kendala utama di lapangan sering kali berkaitan dengan kondisi geografis.
“Letak objek bidang tanah yang tergolong sulit diakses menjadi tantangan tersendiri bagi tim. Oleh karena itu, kerja kolaborasi menjadi sangat vital agar target sertifikasi dapat tercapai tepat waktu,” jelas Syariatudin.
Ia juga mengungkapkan capaian sepanjang tahun 2025. Dari total target 90 bidang tanah aset Pemkab Sigi yang dicanangkan, Kantor Pertanahan Kabupaten Sigi bersama Pemkab setempat telah berhasil menyelesaikan sertifikasi sebanyak 30 bidang tanah yang dinyatakan clear and clean.
“Alhamdulillah, sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin dengan baik sebelumnya dan semakin solid saat ini telah membuahkan hasil. Dari target 90 bidang Barang Milik Daerah Kabupaten Sigi, kami telah menyelesaikan 30 bidang dan akan melanjutkan penyelesaiannya pada triwulan pertama tahun ini,” ujar Syariatudin. UTM






