Dana Operasional Penyuluh Pertanian Sigi Bakal Naik  

  • Whatsapp
BUPATI Sigi Moh Irwan Lapatta didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sigi Mulyadi dan Kepala BPTP Sulteng Dr Andi Baso Lompengeng Ishak saat membuka kegiatan pertemuan teknis penyuluh pertanian Kabupaten Sigi di aula BPTP Sulteng, Kamis (12/7/2018). FOTO: SANAJI/MS

SIGI, MERCUSUAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi akan menambah anggaran dana operasional bagi penyuluh pertanian Kabupaten Sigi yang selama ini Rp250 ribu per bulan menjadi Rp1 Juta per bulan.

Kenaikan dana operasional itu akan dilakukan pada anggaran perubahan tahun 2018.

Demikian disampaikan disampaikan Bupati saat membuka kegiatan pertemuan teknis penyuluh pertanian Kabupaten Sigi di aula BPTP Sulteng, Kamis (12/7/2018).

Penambahan dana operasional penyuluh pertanian, lanjut Bupati, dengan harapan dapat meningkatkan kedisiplinan dan kinerja penyuluh di lapangan. Mengingat penyuluh merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di Kabupaten Sigi.

“Selain menambah dana operasional, saya akan bantu kendaraan roda dua kepada penyuluh berprestasi khususnya yang bertugas di daerah terpencil, seperti Kecamatan Pipikoro, Marawola Barat, Kulawi, Lindu dan Kecamatan Palolo,” katanya.

Pilihan Redaksi :  Bupati Sigi Curhat ke Ketua Banggar DPR RI 

Dikatakan Bupati, di Sigi ada 164 penyuluh. Jumlah itu, kemungkin telah ada penyuluh yang menerima bantuan motor, tapi pihaknya tetap mengupayakan penyuluh dapat motor.

Hanya saja, mengingat anggaran terbatas maka pengadaan motor akan dilakukan bertahap.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sigi Mulyadi mengatakan untuk meningkatkan peran penyuluhan pertanian dalam pembangunan pertanian, perlu adanya sinergitas dan penyamaan persepsi kegiatan penyuluhan di daerah dengan program penyuluhan di pusat.

Penyuluhan pertanian memiliki peran sangat strategis dalam mendukung dan mengawal program utama pembangunan pertanian agar tercapai empat sukses pembangunan pertanian, yaitu swasembada dan swasembada berkelanjutan, peningkatan diversifikasi pangan, peningkatan nilai tambah daya saing dan ekspor, serta peningkatan kesejahteraan petani.AJI

Baca Juga