SIGI, MERCUSUAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi mendorong pengembangan potensi budaya lokal sebagai daya tarik wisata. Salah satunya melalui Festival Tapa Gogoso, yang digelar di Desa Kotarindau Kecamatan Dolo, Sabtu (4/4/2026).
Tapa Gogoso merupakan tradisi kuliner khas masyarakat Sigi, khususnya di wilayah Dolo, yang identik dengan sajian berbahan dasar beras ketan, termasuk varian beras ketan hitam yang selama ini menjadi favorit masyarakat saat hari raya. Festival tersebut dimeriahkan hiburan dari Acil The Box serta penampilan Ote Abadi, vokalis band legendaris The Mercy’s.
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae dalam sambutannya menegaskan bahwa festival tersebut merupakan langkah awal, untuk mengangkat potensi kuliner dan budaya lokal menjadi kekuatan ekonomi baru daerah.
Menurut Rizal, Tapa Gogoso bukan sekedar makanan tradisional, tetapi memiliki nilai historis dan kultural yang kuat, khususnya sebagai hidangan khas masyarakat Sigi saat momentum Lebaran.
“Kalau berbicara pariwisata, bukan hanya soal keindahan alam, tetapi juga budaya yang menjadi identitas. Tapa Gogoso ini adalah bagian dari budaya yang bisa kita kembangkan menjadi kuliner khas daerah,” ujarnya.
Rizal juga mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk meningkatkan skala kegiatan tersebut menjadi festival tingkat kecamatan, bahkan melibatkan seluruh desa di Kecamatan Dolo.
“Ke depan, festival ini tidak hanya di Kotarindau, tetapi bisa menjadi event bersama seluruh desa di Kecamatan Dolo. Ini akan kita dorong masuk dalam kalender event daerah,” tutur Rizal.
Menurutnya, pengembangan festival berbasis kuliner lokal seperti Tapa Gogoso juga sejalan dengan upaya mendorong sektor pertanian dan pariwisata secara bersamaan.
Sementara itu, Anggota DPRD Sulteng dari Fraksi Golkar, Musliman menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan festival tersebut, agar dapat ditetapkan secara resmi sebagai agenda wisata kuliner daerah.
Ia berharap pemerintah daerah dapat menerbitkan regulasi atau keputusan resmi sehingga Festival Tapa Gogoso memiliki keberlanjutan.
“Kami berharap festival ini bisa ditetapkan secara resmi sebagai salah satu destinasi wisata kuliner Kabupaten Sigi, agar terus dilestarikan dan dikembangkan ke depan,” kata Musliman.
Dengan penguatan konsep festival dan dukungan lintas pihak, ia berharap mampu menjadi ikon baru pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Sigi. */AJI






