INDUSTRI KACANG TANAH  Sigi Siapkan Lahan 187,3 Hektar

RAKOR-88b04da6
SIGI, MERCUSUAR — Hasil pendataan awal lahan untuk persiapan industri kacang tanah oleh penyuluh pertanian di tiga kecamatan yakni Kecamatan Sigi Biromaru, Dolo dan Kecamatan Sigi Kota telah berhasil mengumpulkan mendata lahan seluas 187,3 hektar (ha).
Dengan rincian Kecamatan Sigi Biromaru dengan luas 20 ha, Kecamatan Dolo 112,3 ha dan Kecamatan Sigi Kota 55 ha. Jumlah lahan tersebut masih bisa bertambah.
Demikian dikatakan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Sigi, Iskandar Nongtji, saat rapat koordinator (rakor) tindak lanjut sosialisasi dan pelaksanaan investasi kacang tanah oleh PT.Gunanusa Eramandiri di Sigi, di Aula Kantor Bupati Sigi Sementara, Senin (26/7/2021).
Dijelaskan, sebelum dilakukan penandatanganan kerjasama dengan PT.Gunanusa Eramandiri, Pemkab Sigi akan mengkaji terlebih dahulu seperti apa mekanisme kerjasama tersebut.
“Dalam hal ini, Pemkab Sigi akan memanggil pihak PT.Gunanusa Eramandiri dan PT.Bank Sulteng, adapun pemanggilan tersebut untuk membicarakan mekanisme atau keuntungan kerjasama bagi masyarakat,” jelasnya, hadir dalam kesempatan itu, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Sigi Iskandar Nongtji didampingi Kepala DKPP Sigi, Rahmad Iqbal Nurkhalish, Kadis PMD, Anwar, Kadis Perizinan, Heru Murtanto, Perwakilan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Alfret, Camat Sigi Kota,Ajusiar, Camat Sigi Biromaru,Ruslan, Camat Dolo,Suplain, Kepala BPP Sigi Biromaru dan BPP Dolo.
Lanjutnya, ia berharap kerjasama dengan pihak investor dapat mensejahterakan masyarakat. Mengingat dimasa pandemi Covid-19, ekonomi masyarakat sangat terbatas.
Menurutnya, apabila kerjasama antara Pemkab Sigi dan PT.Gunanusa Eramandiri terjadi, maka yang harus diperhatikan adalah bagaimana pemupukanya, bibitnya, pengolahan lahanya, serta pengairan harus diperhatikan untuk lahan yang sulit air.
Ditambahkan, untuk kedepan semuanya harus dijelas, mengingat program industri kacang tanah yang sekarang merupakan tahap II, karena yang tahap I program tersebut gagal. Sehingga untuk industri kacang tanah tahap II ini, harus dilakukan dengan baik.AJI

Pos terkait