MUI Tinjau Home Industri Mulia

  • Whatsapp
HOME

SIGI, MERCUSUAR – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulteng meninjau home industri saus tomat dan sambal tomat di Desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Selasa (25/9/2018).

Wakil Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat dan Makanan (LP-POM) MUI Sulteng, Thamrin, mengatakan selain melihat proses produksi, MUI ingin memastikan sisi  halal baik dari bahan-bahan yang digunakan mulai produksi hingga pengemasan. “Kami datang berdua dengan Pak Gazali selaku petugas bagian pengkajian, tugas beliau adalah melihat dari hal yang kritis-kritis dari proses produksi,” ujar Thamrin.

Menurutnya, secara keseluruhan bahan-bahan produksi home industri sudah memenuhi kehalalan, dan segar, sehingga tidak perlu diragukan lagi. “Dari sisi lingkungan tempat produksi sudah bagus mengingat lokasinya terpisah antara ruang keluarga dengan ruang produksi. Hal Itu merupakan salah satu standar dari suatu produksi, dengan harapan kedepan proses produksi home industri terus ditingkatkan,” jelas Thamrin.

Pilihan Redaksi :  KONI Sigi, Libatkan Atlet Menembak Sigi di Porprov

Kata dia, hal-hal yang mesti diperhatikan dalam proses produksi adalah kebersihan, sanitasinya, kemudian dipertahankan kehalalan produksinya. Untuk menjamin produksi tetap halal harus ada auditor internal halalnya dari pihak perusahaan.

“Artinya auditor internal perusahaan mengerti betul tentang halal suatu proses produksi dan harus apa yang dia lakukan. Alhamdulilah, di rumah produksi saus tomat dan sambal tomat ini, sudah ada beberapa pegawai muslim yang memang mengerti tentang kehalalan itu,” bebernya.

Dikatakan, catatan untuk home industri adalah merk  harus betul-betul mencerminkan produk berasal dari Sulteng khususnya Kabupaten Sigi.

Pimpinan Home Industri Mulia Saus Tomat dan Saus Sambal Desa Kalukubula, Ferra, mengatakan tujuan home industri milknya adalah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Desa Kalukubula dan sekitarnya.

Pilihan Redaksi :  Perbakin Sigi Lantik Pengurus Klub Menembak

Kata Fera, home industrinya sudah memperkerjakan 10 orang. Adapun pemasaran rencananya meliputi supermarket, kios, warung, pegawai dan masyarakat umum.

“Dalam satu kali pengolahan kami bisa mencapai 200 botol untuk saus tomat dan saus sambal. Hasil olahan tersebut merupakan awal, kedepan pengolahan akan kami tingkatkan menjadi 250 hingga 300 botol setiap pengolahan,” tandasnya. AJI

Baca Juga