Pemkab Sigi Gandeng Wartawan Promosikan Wisata Maima

Suasana destinasi wisata Maima di Desa Lawua, Kecamatan Kulawi Selatan. FOTO: SANAJI/MS

SIGI, MERCUSUAR – Pemerintah Kabupaten Sigi menaruh perhatian pada pengembangan sektor pariwisata berbasis desa, sebagai penggerak ekonomi masyarakat dan peningkatan pendapatan daerah.

Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae menggandeng sejumlah wartawan untuk mempromosikan destinasi wisata air panas dan air terjun Maima di Desa Lawua Kecamatan Kulawi Selatan, baru-baru ini.

Menurut Rizal, pers memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik, sekaligus memperluas jangkauan informasi pariwisata Sigi ke tingkat regional hingga nasional.

“Pers menjadi salah satu corong Pemda. Karena itu, jangan pernah meremehkan peran pers,” tegas Rizal.

Ia menilai, kolaborasi dengan media menjadi langkah tepat untuk mengakselerasi promosi sport tourism dan pariwisata alam. Rizal berharap pemberitaan positif dan konstruktif mampu menarik minat wisatawan, sekaligus berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Desa Lewua, Yudhi Tampai menyebut meski kawasan wisata Maima telah lama ada, pengelolaannya baru dilakukan secara terarah dan berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir.

“Sejak 2022 kami mulai serius mengelola wisata desa agar menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes). Hasilnya diharapkan kembali ke masyarakat, termasuk mendukung pendidikan anak-anak kami,” ujar Yudhi.

Menurutnya, dampak ekonomi mulai dirasakan warga, meski pengembangan dilakukan secara bertahap. Ia mengungkapkan kendala utama saat ini adalah keterbatasan anggaran, khususnya untuk perbaikan akses jalan menuju lokasi wisata.

“Akses jalan masih menjadi tantangan. Untuk sementara kami atasi dengan kerja bakti masyarakat. Sementara fasilitas di dalam kawasan kami benahi melalui dana desa, seperti jembatan, bantaran sungai, dan bangunan terdampak bencana,” jelasnya.

Pemerintah desa juga menetapkan tarif masuk wisata melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dengan retribusi sebesar Rp5.000 untuk pengunjung dewasa, sudah termasuk parkir. Anak-anak serta warga Desa Lawua dibebaskan dari biaya sebagai bagian dari edukasi wisata.

Selain itu, kios-kios UMKM milik warga yang sempat terdampak bencana kini mulai direhabilitasi, agar kembali beroperasi dan menggerakkan ekonomi lokal. AJI

Pos terkait