Penanganan Bencana, IDEP Simulasi di Jono Oge

  • Whatsapp
FOTO HLLL SIMULASI DESA JONOOGE
ANGGOTA TSPRB Jono Oge mengevakuasi salah seorang korban bencana saat simulasi penangana bencana di lapangan Desa Jono Oge, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Rabu (2/12/2020). FOTO: AMAR SAKTI/MS

SIGI, MERCUSUAR – Setelah melaksanakan simulasi penanganan bencana di beberapa daerah dampingan di Kabupaten Donggala, kini Yayasan IDEP Selaras Alam melanjutkan simulasi bencana gempa bumi untuk kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat di Desa Jono Oge, Kecamatan SIgi Biromaru, Kabupaten Sigi, Rabu (2/12/2020).

Simulasi tersebut merupakan hal yang sudah lama direncanakan, namun baru dapat terlaksana di penghujung tahun oleh Tim Siaga Pengurangan Resiko Bencana (TSPRB) Desa Jono Oge dengan dukungan Yayasan IDEP.

“Ini sebenarnya merupakan kerinduan kami yang tergabung dalam TSPRB Jono Oge. Simulasi ini memang sudah diprogramkan dan baru terealisasi, ini atas dukungan IDEP. Dan kami sangat berterima kasih kepada semua NGO yang telah membantu kami selama ini,” jelas Koordinator Komunikasi TSPRB Jono Oge, Elisabet Tondji.

Lanjutnya, TSPRB Desa Jono Oge sudah terbentuk sejak 2019 lalu, setahun setelah peristiwa bencana alam September 2018 silam. Setelah dikukuhkan oleh Pemerintah Desa Jono Oge, lalu dilanjutkan dengan penguatan-penguatan SDM anggota TSPRB yang berjumlah hampir 100 orang oleh sejumlah NGO yang melakukan pendampingan di desa tersebut.

Sementara, Sekretaris Desa (Sekdes) Jono Oge, Shet Arianto mengatakan keberadaan TSPRB dinilai sangat membantu pemerintah desa. Sebab ketika terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan, maka diharapkan anggota TSPRB telah siap dalam meminimalisir jumlah korban akibat bencana.

Direktur Eksekutif IDEP, Muchammad Awal mengatakan simulasi penanganan bencana sebagai wujud dukungan terhadap program pemerintah, salah satunya dengan membentuk kelompok kecil penanganan bencana di tiap-tiap wilayah, khususnya wilayah dampingan Yayasan IDEP.

Menurut Awal, simulasi itu merupakan upaya untuk meningkatkan pengetahuan serta kapasitas anggota TSPRB Desa Jono Oge dan juga masyarakat umum, sehingga jika terjadi bencana, maka TSPRB dan juga masyarakat sudah mengetahui hal-hal yang harus dilakukan, dengan begitu korban bencana diharapkan bisa lebih berkurang.

“Ini merupakan kegiatan lanjutan, dimana sebelumnya juga telah dilaksanakan di wilayah dampingan di Kabupaten Donggala,” jelasnya.

Yayasan IDEP didukung oleh Medico Internasional dan Give2Asia memiliki enam desa/wilayah dampingan, yakni lima desa di Kabupaten Donggala dan satu desa di Kabupaten Sigi. Salah satu upaya meningkatkan kapasitas warga mengenai kebencanaan adalah dengan melaksanakan simulasi penanganan bencana. AMR

Baca Juga