Potensi Kopi Harus Diimbagi SDM Kompeten

ToT Kopi Tumbuh Lestari, di salah satu hotel di Palu, Selasa (27/1/2026). FOTO: SANAJI/MS

PALU, MERCUSUAR – Training of Trainers (ToT) Kopi Tumbuh Lestari disebut menjadi kegiatan strategis yang bernilai penting bagi pembangunan di sektor perkebunan dan ekonomi daerah.

Hal itu disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Sigi, Anwar, saat membuka ToT Kopi Tumbuh Lestari, di salah satu hotel di Palu, Selasa (27/1/2026).

Anwar menyebut Kabupaten Sigi memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan, khususnya komoditas kopi, yang tidak hanya bernilai tinggi, tetapi juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai produk unggulan.

“Kopi Sigi memiliki karakter dan dan cita rasa khas yang apabila dikelola dengan baik, mulai dari hulu hingga hilir, akan mampu bersaing di tingkat regional, nasional bahkan internasional,” katanya.

Namun demikian, menurut Anwar, potensi besar tersebut harus diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, terampil dan berdaya saing.

Oleh karena itu, sebutnya, ToT tersebut menjadi relevan karena bertujuan untuk mencetak Coffee Master Trainer yang tidak hanya memahami teknik budidaya dan pengolahan kopi, tetapi juga mampu menjadi pendidik, pendamping dan penggerak bagi para petani dan pelaku usaha kopi di Kabupaten Sigi.

Menurutnya, coffee master trainer bukan sekadar ahli kopi, melainkan juga agen perubahan yang mampu mentransfer ilmu, menginspirasi, serta meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk kopi daerah.

“Pemkab Sigi sangat mendukung upaya-upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan produk unggulan daerah,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut turut sejalan dengan visi pembangunan daerah Kabupaten Sigi, yaitu mewujudkan masyarakat yang mandiri secara ekonomi, berdaya saing dan sejahtera, berbasis pada potensi lokal yang berkelanjutan.

Sementara itu, panitia kegiatan, I Wayan Bayu Anggara mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan pada 19—20 Januari 2026 secara daring, serta untuk kegiatan tatap muka dilaksanakan pada 27—30 Januari 2026.

Adapun peserta kegiatan berjumlah 14 orang yang berasal dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Gumbasa, Palolo dan Marawola Barat, serta Bumi Gampiri Lestari, dari Dinas Tanhorbun Sigi, Sekdis PMD Sigi, Toraja, Enrekang dan Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT).

Narasumber kegiatan berasal dari Pusdiklat yang ada di Bogor, dari Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur dan Lampung. AJI

Pos terkait