SIGI, MERCUSUAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sigi akan melaksanakan Sensus Ekonomi (SE) 2026 selama tiga bulan, yang diagendakan mulai 1 Mei 2026 hingga 31 Juli 2026.
Sensus tersebut akan menyasar seluruh pelaku usaha, baik usaha mikro, kecil menengah dan usaha besar yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sigi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sigi, Siswadi kepada media ini, Jumat (20/2/2026), mengatakan ekonomi ibarat jantung sebuah negara. Sensus ekonomi bertujuan menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi, kecuali lapangan usaha A, P dan U, sebagai landasan bagi penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional.
“Sensus ekonomi juga dapat menyediakan informasi struktur ekonomi, menyediakan informasi karakteristik usaha dan menyediakan informasi ekonomi digital dan ekonomi lingkungan,” jelasnya.
Siswadi mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyukseskan sensus ekonomi 2026 di Kabupaten Sigi. Menurutnya, sensus ekonomi bermanfaat bagi pemerintah untuk mendapatkan data terkini sebagai landasan perencanaan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran, serta sebagai bahan evaluasi atas berbagai kebijakan sebelumnya.
“Di sektor bisnis, sensus ekonomi memiliki manfaat yakni memeroleh info dan data tentang pasar untuk strategi bisnis, investasi, dan ekspansi usaha. Data sensus ekonomi 2026 juga membantu pelaku usaha dalam memahami tren industri, serta peluang dan tantangan bisnis di berbagai wilayah,” tuturnya.
Selain itu, sensus ekonomi juga bermanfaat bagi akademisi dan peniliti utnuk memeroleh akses data yang lebih lengkap dan detail untuk mendukung penelitian ekonomi, sosial dan kebijakan publik yang berbasis data.
“Adapun manfaat sensus ekonomi bagi masyarakat adalah menerima manfaat dari kebijakan pemerintah, dan bisa mengakses data hasil SE 2026 untuk berbagai kepentingan,” imbuh Siswadi.
Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat dalam SE 2026 juga mendorong transparansi dan perbaikan ekosistem ekonomi secara keseluruhan, untuk mencapai berbagai target-target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). AJI






