PALU, MERCUSUAR – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkumham Sulteng), Budi Argap Situngkir mengharapkan, produk khas Sulteng dapat terkenal hingga dunia.
Hal ini dikatakan kakanwil, saat penutupan Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBI-BBWI) 2023, di Taman GOR Palu, Minggu (6/8/2023).
“Sangat bahagia, bahwa keberlanjutan dari komitmen kita untuk menduniakan aset daerah kita, dapat lebih terbuka dengan adanya kegiatan ini. Pastinya kita semua berharap, agar pertumbuhan ekonomi dapat lebih baik lagi,” ujar kakanwil.
Usai dihelat selama dua hari sejak 5—6 Agustus, kegiatan yang diikuti sekurangnya 170 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sulteng tersebut, secara resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng, Novalina, di Taman GOR.
Beragam program kegiatan seperti karnaval, pameran UMKM, pasar murah, festival kuliner, pojok konsultasi, pelatihan UMKM dan hiburan itu terbilang sukses dan memperkuat harapan dari seluruh komponen Pemprov Sulteng bersama kementerian dan lembaga, terhadap meningkatnya jumlah pertumbuhan ekonomi bagi daerah dan tentunya masyarakat.
Kegiatan ini turut menghadirkan ruang pelayanan hukum dan HAM, seperti Kekayaan Intelektual, Pendaftaran PT Perorangan, pembuatan paspor, dan pameran hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan.
Kakanwil Kemenkumham Sulteng yang saat itu didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan, Ricky Dwi Biantoro, serta Kepala Bidang Pelayanan Hukum, Herlina pun berharap, agar kegiatan tersebut dapat intens dilaksanakan. Apalagi kata dia, Sulteng akan mencanangkan Negeri 1.000 Megalith, yang tentunya mesti dibarengi dengan keseriusan seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskannya.
“Kemenkumham Sulteng selalu menggelorakan slogan ‘Kalau Bukan Kita Siapa Lagi, Kalau Bukan Sekarang Kapan Lagi’. Ini sangat penting menjadi perhatian kita, untuk senantiasa bergerak bersama,” pungkasnya. */JEF