PALU, MERCUSUAR – Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulteng kembali memberlakukan buka-tutup ruas jalan Trans Sulawesi. Kali ini, kebijakan tersebut diberlakukan di ruas jalan Sausu Auma hingga Sausu Peore, Kabupaten Parigi Moutong (Parmout), sejak 2 Februari 2026 hingga 10 Maret 2026.
“Iya, sesuai dengan jadwal, kami akan berlakuan buka-tutup ruas Sausu Auma sampai Sausu Peore. Karena jalur tersebut sempit dan berkelok-kelok, sehingga harus diberlakukan buka-tutup,” kata Kepala BPJN Sulteng, Bambang S. Razak kepada Mercusuar, Jumat (30/1/2026).
Terkait jadwalnya, kata Bambang, untuk hari Senin—Kamis dan Sabtu—Minggu tutup dari pukul 08.00 hingga pukul 11.00, dibuka dari pukul 11.00 hingga pukul 13.00, dan kemudian ditutup kembali pada pukul 13.00 sampai 17.00, lalu dibuka pada pukul 17.00 sampai pukul 08.00.
Khusus hari Jumat, ditutup pukul 08.00 sampai pukul 11.00, kemudian dibuka dari pukul 11.00 hingga pukul 14.00, lalu ditutup lagi ada pukul 14.00 sampai pukul 17.00.
“Paket SBSN preservasi jalan Tolai–Sausu, penanganan pelebaran jalan. Dan di ruas Sausu Auma hingga Sausu Peore ada penurunan grade jalan, yang artinya ada ruas yang diturunkan ketinggiannya, sehingga nantinya ruas jalan yang dulunya lumayan tinggi bisa lebih rendah, dan kendaraan tidak lagi kesulitan saat melewati ruas itu,” urai Bambang.
Begitu juga dengan perluasan jalur dari mulai Kecamatan Torue hingga Kecamatan Sausu, BPJN melakukan beberapa pelebaran dan pekerjaan, di antaranya melakukan penertiban beberapa bangunan yang masuk ke wilayah daerah milik jalan (damija), sehingga jalur Trans Sulawesi bisa lebih luas dan aman saat kendaraan beragam jenis melintas.
Bambang juga menekankan, ruas jalan tersebut cukup rawan kecelakaan, sehingga proses pembangunannya dilakukan sebelum sampai ke momentum mudik Lebaran pada pertengah bulan Maret mendatang.
“Insyaallah, akan dimaksimalkan pekerjaan bisa selesai sampai dengan H-10 Lebaran. Mohon doa dan dukungan dari masyarakat agar pekerjaan ini selesai sesuai jadwalnya,” pungkasnya. MBH






