BPOM Mulai Intensifikasi Pengawasan Pangan

PALU, MERCUSUAR – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palu memulai program intensifikasi pengawasan pangan, menjelang momen perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Jumat (28/11/2025).

Pengawasan tersebut dilaksanakan tim dari BPOM bersama perwakilan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Palu serta Dinas Kesehatan, dengan mengunjungi salah satu ritel besar dan gudang distributor pangan di Kota Palu.

Kepala BPOM di Palu, Mardianto mengatakan intensifikasi pengawasan dilakukan untuk memastikan pangan yang beredar di tengah-tengah masyarakat aman dan bermutu.

“Kami ingin memastikan pangan yang beredar aman dan bermutu. Ini sebagai bentuk perlindungan kita terhadap masyarakat sebagai konsumen, karena memang biasanya dalam hari-hari besar atau hari raya banyak permintaan yang pastinya banyak pendistribusian atau peredaran,” jelas Mardianto.

Ia menyebut, pengawasan peredaran pangan dilakukan dari hulu ke hilir. Selain itu, pengawasan juga dilaksanakan secara daring, di tengah maraknya penjualan melalui platform e-commerce. Program intensifikasi pangan diagendakan hingga awal tahun 2026 mendatang.

“Target kami adalah pangan-pangan yang dicurigai ilegal atau tidak memiliki izin edar, kedaluwarsa, atau pangan dengan kemasan rusak yang dimungkinkan menjadi tidak aman atau tidak bermutu,” ujar Mardianto

Selain itu, tim pengawasan juga memeriksa proses penyimpanan pangan, untuk memastikan sesuai dengan petunjuk dan pedoman keamanan pangan.

“Karena kalau penyimpanannya tidak memadai, barang yang seharusnya belum kedaluwarsa akan bisa rusak karena salah penyimpanannya,” imbuh Mardianto.

“Kami menyampaikan ke penanggung jawab berupa perbaikan-perbaikan, bagaimana melakukan penyimpanan untuk menjaga keamanan pangan. Sesuai pedoman tindak lanjut, kami melakukan pengawasan mengedepankan fungsi pembinaan,” tandasnya. IEA

Pos terkait