Buka Puasa Nambaso Terbuka untuk Semua Kalangan

Rapat persiapan pelaksanaan kegiatan Buka Puasa Nambaso, oleh Pemprov Sulteng, Selasa (3/3/2026). FOTO: IST.

PALU, MERCUSUAR – Gubernur Sulteng, Anwar Hafid didampingi Wakil Gubernur Sulteng, Reny A. Lamadjido serta Sekretaris Provinsi Sulteng, Novalina memimpin rapat persiapan Buka Puasa Nambaso, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan yang diagendakan pada 6 Maret 2026 di halaman Kantor Gubernur Sulteng tersebut, dirancang bukan sekadar buka puasa bersama, tetapi menjadi momentum besar yang menggabungkan edukasi, pencegahan narkoba, pemberdayaan UMKM, serta penguatan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

Anwar Hafid menyampaikan, Buka Puasa Nambaso akan diawali dengan penyuluhan bahaya narkoba yang melibatkan jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng. Sedikitnya 5.000 siswa SMK dari sekitar 57 sekolah direncanakan hadir mengikuti kegiatan edukatif tersebut.

Selain pelajar, sekitar 3.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng juga akan dilibatkan, bersama masyarakat umum dari berbagai latar belakang.

“Ini bukan hanya kegiatan keagamaan, tapi juga edukasi dan pembinaan generasi muda agar terhindar dari narkoba,” tegas Anwar.

Pemprov juga secara khusus memberdayakan UMKM Kota Palu. Gerobak UMKM akan dijejer sepanjang jalan Sam Ratulangi, Palu, yang rencananya ditutup sementara saat acara berlangsung. Setiap gerobak diwajibkan menyiapkan minimal 100 porsi makanan, sehingga ribuan masyarakat dapat menikmati hidangan berbuka puasa secara gratis.

“Masyarakat bebas memilih menu yang disukai. Ini juga bentuk keberpihakan kita pada UMKM lokal,” ujar Anwar.

Ia menuturkan, Buka Puasa Nambaso bersifat inklusif dan terbuka untuk seluruh masyarakat, tidak terbatas pada umat Muslim. Untuk pembatal puasa, panitia akan menyiapkan air minum dan kurma, sementara makanan utama disediakan oleh UMKM dan para donatur.

Anwar juga memastikan kegiatan tersebut menjadi simbol kolaborasi lintas sektor, melibatkan pemerintah daerah,TNI dan Polri, perbankan, dunia usaha, hingga masyarakat umum.

“Bersedekah di tengah keterbatasan justru pahalanya lebih besar. Ini bukan soal besar kecilnya, tapi keikhlasan,” tegasnya.

Panitia juga menyiapkan fasilitas salat magrib berjemaah yang representatif di halaman Kantor Gubernur, lengkap dengan tempat wudhu dan pengamanan yang memadai. RES

Pos terkait