Buka-Tutup Ruas Sausu Auma Berakhir

Pengendara mengantre di jalur buka-tutup di Jalan Trans Sulawesi Desa Sausu Auma, Kecamatan Sausu, baru-baru ini. FOTO: IST.

PARIGI MOUTONG, MERCUSUAR – Jadwal buka-tutup ruas jalan Trans Sulawesi di Desa Sausu Auma Kecamatan Sausu, dipastikan berakhir sesuai jadwal pada Selasa (10/3/2026), sehingga arus lalu lintas kembali normal seperti biasa.

Demikian diungkapkan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulteng, Bambang Razak kepada Mercusuar, Senin (9/3/2026).

“Besok (Selasa) sesuai jadwal merupakan hari terakhir buka-tutup di area re-sloping. Kami tetap mengikuti jadwal yang sudah disepakati, mengingat pentingnya kelancaran jalur mudik Lebaran 2026,” ujar Bambang.

Sebelum dibuka secara penuh, lanjut Bambang, pihaknya akan memastikan badan jalan tidak tertimbun lumpur, dengan melakukan pengupasan material menggunakan motor grader lalu dibersihkan dengan air.

Ia juga tidak menampik adanya beberapa kendala yang terjadi selama proses pekerjaan berlangsung. Di antaranya adalah faktor alam yang tidak bisa diprediksi. Namun menurutnya, BPJN berupaya maksimal sehingga sesuai dengan jadwal yang ditentukan ruas jalan kembali dibuka dengan normal.

Bambang berharap, dengan dibukanya ruas jalan tersebut, dapat memperlancar arus mudik yang diperkirakan akan memuncak sepekan sebelum Lebaran.

“Ruas Jalan Trans Sulawesi yang kami kerjakan itu merupakan jalur penting, bahkan menjadi salah satu jalur tersibuk di Sulawesi, karena menghubungkan beberapa provinsi dan kabupaten di pulau Sulawesi, sehingga kami berupaya semaksimal mungkin,” tutur Bambang.

Jadwal pekerjaan di ruas jalan tersebut dimulakan pada 2 Februari 2026 sampai dengan 10 Maret 2026, dengan pekerjaan paket SBSN preservasi jalan Tolai–Sausu, penanganan pelebaran jalan. Lalu di ruas Sausu Auma hingga Sausu Peore ada penurunan grade jalan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, serta doa dari masyarakat, hingga kemudian pekerjaan ini tuntas sesuai jadwal yang ditentukan. Saya juga memohon maaf, selama proses pekerjaan berlangsung, banyak hal yang tertunda,” pungkasnya. MBH

Pos terkait