Bulog Sulteng Targetkan Serap 11.000 Ton Beras Lokal

Jusri

PALU, MERCUSUAR – Perum Bulog Kantor Wilayah Sulteng menargetkan pengadaan sebanyak 11.000 ton beras lokal sepanjang tahun 2026.

Pemimpin Wilayah (Pimwil) Perum Bulog Kanwil Sulteng, Jusri menyebut pihaknya merumuskan penyerapan melalui dua mekanisme, yakni pembelian dalam bentuk gabah dengan harga Rp6.500 per kilogram dan beras Rp12.000 per kilogram.

“Ini semua kami galakkan, sosialisasikan ke masyarakat terutama petani. Terutama soal penyerapan gabah, karena selama ini rata-rata petani masih menjual dalam bentuk beras,” ujar Jusri, di Palu, baru-baru ini.

Menurut Jusri, hampir seluruh wilayah di Sulteng memiliki potensi untuk penyerapan gabah. Dalam waktu dekat, wilayah Kabupaten Donggala dan Parigi Moutong diperkirakan menjadi daerah yang lebih dulu memasukkan stok ke Bulog.

Selain beras, Bulog Sulteng juga menargetkan penyerapan komoditas jagung. Tahun ini, serapan tersebut ditarget sekira 3.000 ton. Jumlah itu meningkat dibanding tahun lalu, yakni 200 ton.

Harga serap jagung di tingkat petani ditetapkan Rp5.500 per kilogram dengan ketentuan kadar air 18–20 persen. Sementara jagung dengan kadar air maksimal 14 persen dapat diserap dengan harga Rp6.400 per kilogram di gudang.

“Semoga nanti kita bisa capai target ini,” imbuh Jusri.

Ia menyebutkan sejumlah wilayah mulai menunjukkan kesiapan memasok jagung ke Bulog. Dari wilayah Kabupaten Tojo Unauna, beberapa mitra sudah menghubungi Bulog untuk memasukkan stok.

“Saat ini, dari Ampana mungkin sudah ada yang bisa masuk. Beberapa mitra dari wilayah itu sudah menghubungi kami untuk memasukkan stok di Bulog. Kami berharap wilayah-wilayah lain juga demikian,” pungkasnya. */IEA

Pos terkait