SIGI, MERCUSUAR – Kelompok Taruna Tani Amanah Desa Tinggede, Kecamatan Marawola, Sigi mengolah pupuk organik dengan bahan baku berasal dari limbah kotoran hewan, seperti ayam, kambing dan sapi.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sigi, Tugiran kepada wartawan Mercusuar via handphone, Senin (2/11/2020).
Dijelaskan, manfaat dari pupuk organik ini adalah dapat memperbaiki struktur tanah yang semula biasa, menjadi lebih subur dan gembur. Selain itu, untuk keseimbangan lingkungan.
“Pembuatan pupuk organik banyak manfaatnya, karena bisa dijual baik kepada petani padi, hortikultura atau tanaman bunga yang saat ini lagi ‘buming’, sekaligus untuk menambah pendapatan kelompok maupun keluarga,” jelasnya.
Lanjut Tugiran, pembuatan pupuk organik itu merupakan yang kelima kalinya, setiap satu kali produksi bisa mencapai satu ton. Pupuk tersebut dijual ke masyarakat Kabupaten Sigi dan Kota Palu.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sigi melalui penyuluhnya melakukan pendampingan dalam pembuatan pupuk organik tersebut. Mengingat saat ini kondisi pandemi COVID-19, sehingga aktivitas masyarakat terbatas.
“Diharapkan, dengan adanya pengolahan pupuk organik ini bisa mengurangi beban dan menambah pendapatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Dia juga berharap ada kelompok lain yang melakukan pengolahan limbah kotoran hewan menjadi pupuk organik, mengingat pupuk organik banyak manfaatnya. AJI