DP2KB Luncurkan Aplikasi Depak Stunting

Wagub Sulteng, Reny A. Lamadjido (tengah) bersama pejabat lainnya saat meluncurkan aplikasi Depak Stunting, di Pogombo Kantor Gubernur Sulteng, Kamis (9/4/2026). FOTO: RUSTAM/MS.

PALU, MERCUSUAR – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Provinsi Sulteng meluncurkan inovasi aplikasi program BERANI Depak Stunting, sebagai upaya percepatan penurunan angka stunting di daerah.

Aplikasi tersebut diluncurkan oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng, Reny A. Lamadjido, di Ruang Pogombo Kantor Gubernur Sulteng, Kamis (9/4/2026).

BERANI Depak Stunting merupakan bagian dari program 100 hari kerja Kepala DP2KB Sulteng, drg. Herry Mulyadi, sekaligus dipersembahkan dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulteng yang jatuh pada 13 April 2026.

Wagub Sulteng, Reny A. Lamadjido berharap aplikasi tersebut mampu menjadi solusi efektif dalam menekan angka stunting di daerah.

“Kami sangat mendukung inovasi yang dibuat oleh DP2KB Sulteng dalam mencegah stunting. Semoga dengan adanya aplikasi ini bisa memberikan dampak yang baik dan menurunkan angka stunting di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DP2KB Sulteng, Herry Mulyadi menyatakan stunting masih menjadi tantangan serius yang harus ditangani secara bersama dan berkelanjutan.

“Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa upaya percepatan penurunan stunting harus terus diperkuat, tidak hanya melalui intervensi kesehatan, tetapi juga pendekatan lintas sektor yang terintegrasi dan inovatif,” ujar Herry.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi stunting di Sulteng masih berada di angka 26,01 persen, meskipun menunjukkan tren penurunan. Sebagai langkah konkret, DP2KB Sulteng menghadirkan aplikasi BERANI Depak Stunting yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan Universitas Tadulako, khususnya Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM).

“Kami mendapat dukungan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Untad. Terima kasih kepada Rektor dan Dekan, yang terus memberikan semangat agar isu stunting ini benar-benar menjadi perhatian bersama,” kata Herry.

Ia juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap tumbuh kembang anak sejak dini, mengingat stunting dapat berdampak pada gangguan perkembangan, termasuk fungsi saraf.

“Anak-anak kita ke depan tidak boleh mengalami gangguan perkembangan. Maka perhatian kita semua sangat dibutuhkan,” imbuhnya.

Herry berharap, melalui aplikasi tersebut intervensi penanganan stunting dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran, terukur, dan memberikan dampak nyata di masyarakat.

“Kami mengajak seluruh elemen, baik pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, dunia usaha, maupun masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif dalam program BERANI Depak Stunting. Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah nyata untuk mewujudkan generasi Sulawesi Tengah yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” pungkasnya. UTM

Pos terkait