PARIGI MOUTONG, MERCUSUAR – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Pemkab Parmout) melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) terus berupaya meningkatkan produksi sekaligus mutu beras lokal, guna memperkuat daya saing di pasar yang lebih luas.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari kesiapan Parmout dalam menjalin kerja sama distribusi pangan dengan BUMD DKI Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya, yang direncanakan dalam waktu dekat.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DTPHP Parmout, Dadan Priatna Jaya menegaskan tingginya produksi belum cukup jika tidak diimbangi dengan kualitas beras yang memenuhi standar pasar.
“Produksi tinggi saja tidak menjamin daya saing. Kalau kualitasnya rendah, tentu sulit menembus pasar yang lebih luas. Karena itu, kami fokus pada peningkatan mutu beras petani,” ujar Dadan di Parigi, belum lama ini.
Ia menjelaskan, salah satu kendala utama dalam menjaga mutu beras adalah kondisi cuaca, terutama pada musim hujan yang menyebabkan kadar air gabah meningkat. Hal itu berdampak pada kualitas beras, seperti tingginya persentase butir patah yang membuat produk sulit masuk kategori premium.
Untuk mengantisipasi persoalan tersebut, ungkap Dadan, pihaknya mulai mendorong pemanfaatan teknologi pascapanen, termasuk penyediaan alat pengering gabah berbasis teknologi modern.
“Pengeringan yang optimal akan menjaga kadar air tetap stabil, sehingga kualitas beras bisa dipertahankan. Ini penting, agar beras Parmout mampu bersaing di segmen premium,” jelas Dadan.
Selain aspek mutu, DTPHP juga mengintensifkan peningkatan produksi melalui perluasan areal tanam dan optimalisasi Indeks Pertanaman (IP). Saat ini, sebagian besar lahan pertanian di Parigi Moutong masih berada pada IP200. Ke depan, pemerintah menargetkan peningkatan menjadi IP300 guna memaksimalkan potensi produksi.
“Masih banyak lahan yang bisa ditingkatkan dari IP200 ke IP300. Wilayah seperti Parigi Selatan, Torue, dan Balinggi sudah memiliki potensi besar untuk itu,” ungkap Dadan.
Dengan kombinasi peningkatan produksi dan kualitas, Dadan optimistis mampu memperkuat peran daerah sebagai lumbung pangan. Sekaligus mampu memenuhi standar yang dibutuhkan dalam kerja sama dengan Food Station DKI Jakarta.
“Melalui strategi ini diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas dengan kualitas beras yang tetap terjaga,” pungkas Dadan. AFL






