Golkar Se-Sulteng Tegaskan Solid di Bawah Pimpinan Airlangga Hartarto

  • Whatsapp
HHHLL-5660fcfb
PENGURUS DPD Golkar Sulteng saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan, Selasa (25/1/2022). FOTO : KARTINI NAINGGOLAN/MS

PALU, MERCUSUAR – Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya (DPD Golkar) Sulawesi Tengah (Sulteng) menegaskan bahwa Golkar Se- Sulteng masih solid dibawah kepemimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto.

Sekretaris DPD Golkar Sulteng, Amran Bakir Nai mengatakan, pengalaman partai berlambang pohon beringin itu sudah tidak perlu diragukan lagi diatas panggung demokrasi Indonesia.

Berita Terkait

Menurutnya, pihak manapun yang mencoba mengusik, hanyalah riak-riak kecil saja, bukan sesuatu yang besar. Apalagi sampai mempengaruhi kesoliditan para kader lainnya.

“Golkar se Sulteng masih solid dibawah kepemimpinan ketua umum Airlangga Hartarto. Kalau ada yang mengusik, apalagi mengatasnamakan partai, itu hanya riak-riak kecil saja,” kata Amran Bakir Nai kepada sejumlah wartawan di Kantor DPD Golkar Sulteng, Selasa (25/1/2022).

Pilihan Redaksi :  Petugas Pelayanan di Sigi Agar Lebih Humanis 

Amran mengataka, hingga saat ini seluruh kader partai Golkar Sulteng puas dengan kepemimpinan Ketua umum Airlangga Hartarto, dan tidak ada satupun kader Golkar yang masih aktif meragukan kepemimpinan beliau.

Kader maupun fungsional partai kata Amran, membuktikan hal itu dengan mendukung Airlangga untuk maju sebagai kandidat bakal calon Presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

Amran yang didampingi beberapa pengurus DPD Golkar Sulteng juga ikut mengklarifikasi adanya oknum mengatasnamakan kader bahkan pengurus partai Golkar yang mendesak internal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk menyelenggarakan musyawarah luar biasa nasional (Munaslub) karena menganggap Airlangga Hartato gagal mewujudkan cita-cita partai.

“Berdasarkan SK partai, oknum yang mengeluarkan pernyataan mengatasnamakan pengurus partai Golkar bahwa kepemimpinan Airlangga Hartarto gagal, bukan lagi kader partai Golkar. Secara sah melalui proses musyawarah tingkat kecamatan, terhitung sejak tahun 2020 yang bersangkutan tidak lagi duduk sebagai kader maupun fungsional Golkar di tingkat Kecamatan,” jelasnya.

Pilihan Redaksi :  Peringati HUT TNI,  DSLNG dan Kodim 1308/LB Gelar Khitanan Massal

“ Di usia partai yang sudah lebih dari setengah abad itu, tentu telah memiliki berbagai pengalaman Panjang sebagai sumber kematangan partai dalam menghadapi masalah-masalah yang timbul pada dinamika partai,” kata Amran.

Baca Juga