Hutan TNLL Aset Strategis Harus Terus Dilindungi

  • Whatsapp
TNLL-0012ba86
FOTO: Wakil Menteri LHK RI, Dr. Alue Dohong, saat mengikuti salah satu agenda kegiatan kunjungan di Danau Tambing kawasan TNLL, Kabupaten Poso, Rabu (9/3/2022). FOTO: HUMAS PEMPROV

POSO, MERCUSUAR – Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Dr. Alue Dohong menegaskan, hutan di kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) adalah bagian dari paru-paru dunia, dan aset strategis Indonesia yang harus terus dilindungi. Hal itu disampaikannya, saat berkunjung ke lokasi wisata Danau Tambing di kawasan TNLL, Rabu (9/3/2022).

Menurut Alue, jika ada potensi di dalam TNLL yang dapat dikelola harus diusulkan secara legal, serta dilakukan kajian sehingga pengelolaannya tidak merusak fungsi hutan.

“Kalau potensi itu dikelola dengan legal, pasti memberikan dampak terhadap fiskal daerah juga kepada masyarakat,” tegas Alue.

Alue juga menyampaikan, ada 56 desa di wilayah hutan TNLL. Olehnya, pemerintah didorong untuk membuat program yang baik, agar masyarakat menjadi benteng pelindung agar kelestarian hutan di TNLL dapat terus dipertahankan.

Pada kesempatan tersebut, Wamen LHK turut mengapresiasi penandatangan kesepakatan kerja sama antara Bupati Poso dan Kepala Balai Besar Taman Nasional terkait pengelolaan bersama kawasan wisata taman nasional danau tambing.

“Hal ini harus terus ditingkatkan dan dilaksanakan bersama, untuk memberikan manfaat kepada peningkatan kesejahtraan masyarakat,” pungkas Alue.

Dalam kunjungannya ke Danau Tambing, Wamen LHK didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng, Ma’mun Amir, Bupati Poso, dr. Verna G Inkiriwang, Plt. Kepala Balai Taman Nasional Lore Lindu, Hasmudin Asmir, Ketua Adat, Harry S. Kabi, serta pihak-pihak terkait lainnya.

Wamen melaksanakan penguntingan pita peresmian jalur traking wisata danau tambing yang dilanjutkan bersama rombongan melaksanakan pertemuan di Balai Pertemuan di lokasi wisata Danau Tambing.

Baca Juga